ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

PELUANG INVESTASI

 

PROFIL DAERAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :

Thu, 21 Aug 2014


 

Potensi di Lampung Barat

2011-07-06

POTENSI

 

Kabupaten Lampung Barat terdiri dari 17 kecamatan dengan 195 pekon dan 6 kelurahan.

Potensi wisata bahari seperti wisata pantai, pemancingan laut, selancar air dan snorkling.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat adalah kawasan hutan (57,154% dari luas Kabupaten Lampung Barat) sedangkan sisanya adalah kawasan yang dapat diusahakan menjadi kawasan budidaya pertanian, perikanan, perkebunan, dan juga pemukiman penduduk, sarana umum dan lainnya.


Usaha-usaha di areal hutan produksi terbatas dan dapat dikonversi berupa penebangan kayu, pengambilan getah damar, daun, akar dan kulit kayu, bambu, madu hutan hingga rotan. Salah satu produksi hasil hutan non kayu yang telah dikembangkan oleh masyarakat secara turun temurun adalah getah damar mata kucing. Damar mata kucing produksi Kabupaten Lampung Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan kabupaten ini. Sentra-sentra produksi damar mata kucing di kabupaten ini terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan dengan rata-rata produksi 4.435,2 ton/tahun.

 

Pengembangan komoditi pertanian khususnya tanaman hortikultura di Lampung Barat sangat berpeluang. Beberapa komoditi unggulan Lampung Barat antara lain kentang, cabai, tomat, ubi jalar, dan jeruk.

Potensi untuk pengembangan sektor peternakan juga sangat menjanjikan. Didukung sumberdaya alam yang ada, ketersediaan pakan ternak, maupun kondisi ekologis Lampung Barat sangat cocok untuk usaha ternak berskala besar seperti pengembangan sapi potong, sapi perah, ayam buras maupun itik lokal. Kabupaten ini juga memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan, diantaranya kopi, kelapa dalam, lada, cengkeh, kakao dan kelapa sawit. Untuk hasil olahan komoditi perkebunan yang cukup berpotensi antara lain yaitu industri kopi bubuk.


Di sektor perikanan, ada potensi pengembangan perikanan budidaya laut, budidaya air payau dan perikanan budidaya air tawar. Potensi perikanan budidaya air laut disepanjang pesisir Pantai Barat Lampung cukup besar terutama untuk komoditi seperti rumput laut, kerapu, kakap dan baronang yang memiliki nilai jual tinggi. Peluang pengembangan budidaya air payau (tambak) didukung dengan ketersediaan lahan yang mencapai 6.500 ha, tersebar di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong (500 ha), Kecamatan Pesisir Tengah dan Karya Penggawa (1.500 ha) serta Kecamatan Pesisir Selatan dan Bengkunat seluas 4.500 ha). Untuk pengembangan budidaya air tawar di kabupaten ini juga sangat potensial. Terdapat kolam seluas 944 ha, mina padi 8.959 ha dan keramba/jaring apung 2.823 unit yang sampai saat ini tingkat pemanfaatannya masih reletif rendah. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan mas, patin, gurame, nila dan lele. Tidak ketinggalan pula potensi perikanan laut dengan nilai proyeksi potensi maksimum lestari yang dimiliki mampu mencapai 17.000 ton/tahun.

Kabupaten Lampung Barat memiliki bahan tambang yang berpotensi untuk diusahakan antara lain; minyak bumi, emas, perak, tembaga, basalt, pasir tras, pasir besi, andesit, dan batu apung. Selain bahan tambang, Lampung Barat juga memiliki sumber daya alam berupa air yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Telah dibangun PLTA Besai dengan kapasitas 2 X 45 MW yang mampu membangkitkan energi listrik sebesar 402 GWH pertahun.

Sentra wisata bahari terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan. Objek wisata yang ada diantaranya Pantai Labuhan Jukung yang berlokasi di pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Selatan, Pantai Tanjung Setia yang menarik untuk dijadikan tempat wisata berenang, menyelam dan berselancar serta berperahu dan bersepeda sepanjang pantai. Selain pantai, kabupaten ini juga memiliki alam yang indah yang dapat dikembangkan lagi seperti wisata Buru yang merupakan gabungan dari wisata alam dan bahari dimana pengunjung dapat menikmati keindahan laut di Tanjung Belimbing dan berburu, Ada juga objek wisata Danau Ranau yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata berenang dan memancing, Wisata Danau suoh yang terletak di Kecamatan Batu Brak, serta Gunung Pesagi.

Lampung Barat secara geografis dan geologis mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu di samping merupakan pintu gerbang Sumatra Bagian Barat, juga mempunyai konfigurasi yang menarik dengan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki.
Potensi sumber daya potensial yang ada di Lampung Barat, hampir seluruhnya belum dimanfaatkan secara berkelanjutan guna menunjang perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Diharapkan, dengan adanya gambaran umum tentang potensi Lampung Barat ini dapat memberikan manfaat kepada khalayak umum, baik swasta nasional maupun asing yang berkepentingan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya guna ikut menunjang pembangunan daerah Lampung Barat.
Untuk mendukung percepatan arus masuk dalam bidang investasi,selain penyediaan sarana dan prasarana fisik, Pemerintah dan Masyarakat Lampung Barat juga memberikan dukungan berupa Kebijaksanaan Pemerintah dan dukungan positif masyarakat.

Beberapa kebijaksanaan yang ditempuh Pemeritah Daerah Kabupaten Lampung Barat antara lain meliputi :

1. Keamanan
Keamanan di Kabupaten Lampung Barat cukup aman, hal ini dapat dilihat dalam waktu beberapa tahun terakhir, tingkat kriminalitas relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Propinsi Lampung.
2. Insentif Pajak
Pemda Kabupaten Lampung Barat akan memberikan dispensasi kepada investor yang menanamkan modalnya di Daerah Kabupaten Lampung Barat berupa pembebasan kewajiban membayar pajak untuk jangka waktu beberapa tahun.
3. Tanggapan masyarakat
Tanggapan masyarakat Lampung Barat cukup mendukung bagi investor yang menanamkan modalnya di Lampung Barat, baik pada masyarakat pada umumnya maupun melalui Lembaga Legislatif (DPRD).
4. Infrastruktur
Pembangunan Infrsatruktur cukup mendukung, secara bertahap pemerintah daerah telah dan selalu melaksanakan pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok-pelosok daerah.

(Lampung-Lampung Barat-6 Juli 2011)

 



ARSIP BERITA
 


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved