Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/www/htdocs/newsipid/_lib/viewer.class.php on line 509 Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/www/htdocs/newsipid/_lib/viewer.class.php on line 509
ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

PROFIL DAERAH KABUPATEN KAMPAR

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Sat, 5 Sep 2015

Profil Daerah Kabupaten Kampar
 

Logo Daerah Kabupaten Kampar Kabupaten Kampar terletak antara 01o 00 40 Lintang Utara - 00o 7 00 Lintang Selatan, 100o 28 30 101o 14 30 Bujur Timur, luas wilayahnya adalah 11.289,28 Km2 atau 12,26% dari luas Provinsi Riau. wiliayah ini terbagi atas 21 Kecamatan dan 250 Kelurahan/Desa. Perbatasan wilayahnya adalah :
- Di Sebelah Utara berbatasan dengan Kota PekanBaru dan Kabupaten Siak,
- Di Sebelah Selatan berbatasan ... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan I Tahun 2015 Provinsi Riau 

Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan I 2015 (q-to-q) terhadap Triwulan IV 2014 mengalami penurunan sebesar 7,01 persen. Hal ini dipengaruhi menurunnya produksi industri Makanan yang turun sebesar 9,07. 

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan I Tahun 2015 terhadap Triwulan I tahun 2014 (y-on-y) mengalami penurunan yaitu sebesar 9,66 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya produksi dari jenis industri Makanan yang turun sebesar 5,94 persen. 

Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau April 2015 Sebesar 96,44 atau Turun 1,14 Persen 

Pada bulan April 2015, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 96,44 atau turun sebesar 1,14 persen dibanding NTP Maret 2015 sebesar 97,55. Penurunan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,83 persen dan penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,32 persen. 

Keadaan Ketenagakerjaan Riau Februari 2015 

Jumlah angkatan kerja di Riau pada Februari 2015 mencapai 2.974.014 orang, atau naik 172,849 orang (6,17 persen) dibandingkan jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 sebesar 2.801.165 orang. 

Jumlah penduduk yang bekerja di Riau pada Februari 2015 sebesar 2,774,245 orang atau bertambah 112,918 orang (4,2 persen) dibandingkan dengan keadaan pada Februari 2014. 

Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2015 sebesar 6,72 persen, lebih tinggi dibandingkan keadaan pada Februari 2014 (4,99 persen). 

Pertanian masih merupakan sektor yang paling dominan dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Riau. Pada periode Februari 2015, penduduk yang bekerja bekerja di sektor pertanian sebesar 46,09 persen, meningkat sebesar 3,68 persen dibandingkan dengan kondisi Februari 2014 sebesar 42,41 persen. 

Penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan sebesar 44,15 persen sedangkan yang paling kecil adalah penduduk yang bekerja dengan status pekerja bebas di non pertanian, yaitu sebesar 2,79 persen. 

Jumlah penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal, yaitu yang bekerja kurang dari 35 jam/minggu, pada Februari 2015 sebesar 36,73 persen dari seluruh penduduk yang bekerja. Angka ini lebih tinggi dari keadaan pada bulan Februari 2014 sebesar 34,75 persen. 

Pada Februari 2015, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebesar 38,48 persen, sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma 2,67 persen dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 8,48 persen. 

Pertumbuhan Ekonomi Riau Triwulan I-2015 

Perekonomian Riau yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2015 mencapai Rp 156,27 triliun dan atas dasar harga konstan 201 0 mencapai 107,38 triliun. 

Ekonomi Riau triwulan I-201 5 terhadap triwulan I-2014 mengalami kontraksi 0,18 persen (y-on-y) melambat dibanding periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 3,93 persen. Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar minus 9,02 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan terkontraksinya ekspor luar negeri (minus 32,70 persen). 

Ekonomi Riau triwulan I-201 5 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar minus 3,83 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi ini disebabkan Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang tumbuh minus 7,9 persen. Sedangkan dari sisi Pengeluaran lebih disebabkan terkontraksinya konsumsi pemerintah (minus 27,84 persen) dan Konsumsi LNPRT (minus 4,58 persen). 

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi triwulan I tahun 2015 (y on y) Pulau Sumatera dicapai Provinsi Kepulauan Riau sebesar 7,14 persen. 

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2015 

ITK di Provinsi Riau pada Triwulan I-2015 sebesar 90,72 hal ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi konsumen mengalami penurunan dari triwulan sebelumnya. Tingkat ekonomi konsumen cenderung pesimis pada triwulan ini. 

Pesimisme konsumen atas kondisi ekonomi triwulan ini disebabkan oleh dua variabel pembentuk ITK, yaitu tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan 93,68 dan variabel pendapatan rumah tangga kini dengan indeks 84,31 sedangkan pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi sedikit optimis dengan indeks 100,43.

 


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved