ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

PROFIL DAERAH JAWA TIMUR

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

KABUPATEN

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Mon, 24 Nov 2014

Profil Daerah Jawa Timur
 

Logo Daerah Jawa Timur Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi Di Pulau Jawa yang terletak 111,0o - 114,4o Bujur Timur dan 7,12o - 8,48o Lintang Selatan yang berbatasan dengan :

- Sebelah Barat berbatasan dengan Jawa Tengah,
- Sebelah Timur dengan Pulau Bali,
- Sebelah Utara dengan Pulau Kalimantan / Provinsi Kalimantan Selatan,
- Sebelah Selatan dengan samudra indonesia.

Secara umum wilayah Jawa Timur ... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Menunggu Produktivitas Buah Nyamplung Jadi Sumber Energi Alternatif 

Harapan baru sumber energi alternatif dari buah nyamplung. foto:istimewa

Potensi nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sebagai sumber energi alternatif sangat besar. Nyamplung mempunyai produktivitas lebih tinggi dari pada jarak dan kelapa sawit.

Tanaman nyamplung, seperti dilansir laman Agrofarm,  dapat menghasilkan biji mencapai 20 ton/ha/tahun, sedangkan jarak hanya 5 ton/ha/tahun dan sawit menghasilkan 6 ton/ha/tahun.

Biji nyamplung yang mempunyai rendemen minyak paling tinggi dari 7 pulau di Indoensia adalah nyamplung asal Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Kandungan crude calophyllum oil (CCO) biji nyamplung asal Dompu dapat mencapai 58%, sedangkan dari gunung kidul yang mempunyai rendemen CCO teritinggi di Jawa sebesar 50%. Pada penelitian nyamplung yang dilakukan Dr. Budi leksono, peneliti di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), menggunakan biji nyamplung dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Budi,  tanaman ini cukup potensial karena bukan tanaman pangan. Lahan untuk pertumbuhannya tidak berkompetisi dengan lahan untuk tanaman pangan, berbeda dengan sawit yang berkompetisi dengan pangan.

Penelitian nyamplung ini dilatar belakangi oleh krisis energi dunia yang ditandai dengan melonjaknya harga minyak bumi.

Untuk mendorong pengembangan biofuel ini Pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional sesuai PP No.5/2006 dengan menetapkan target produksi biofuel pada tahun 2025 sebesar 5% dari total kebutuhan energi minyak nasional.

Pemerintah juga memberikan penugasan kepada Departemen Kehutanan untuk berperan dalam penyediaan bahan baku biofuel termasuk pemberian ijin pemanfaatan lahan hutan terutama pada lahan yang tidak produktif.

Namun dengan semakin berkurangnya cadangan minyak bumi dan untuk menghemat devisa negara, maka telah dikeluarkan Peraturan Menteri ESDM No. 25/2013 untuk peningkatan campuran biodisel sebesar 10% mulai tahun 2013 (Tropis, 2014).

Secara umum penelitian ini adalah untuk menyediakan sumber benih unggul untuk mengembangkan hutan tanaman nyamplung dengan produksi buah dan kualitas biji yang tinggi, serta masa panen buah yang lebih awal.

Sebaran alami dari nyamplung banyak dijumpai di tepi pantai dan tanaman nyamplung yang telah ditanam sejak 50 tahun yang lalu difungsikan sebagai wind breakeratau pemecah angin agar tanaman palawija dapat tumbuh di tepi pantai selatan. Namun karena jarak tanam yang rapat maka produktivitasnya tidak optimal.

Selain untuk bahan baku biofuel nyamplung juga mempunyai beberapa produk ikutan. Beberapa produk yang dihasilkan oleh nyamplung adalah sebagai bahan baku obat, bahan anti rayap, bahan pengawet ikan atau kayu, briket atau arang dan sabun.

Petani Tebu Jatim Gelisah, Ribuan Ton Gula Masih Ngendon Gudang 

Tumpukan uang berupa gula. foto:dok istimewa

Uang Petani Rp 761 Miliar dalam Bentuk Gula Numpuk di Gudang, Emplasemen, dan Ceruk-ceruk Mesin Penggilingan Pabrik.

Desakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, kepada Pemerintah Pusat melalui Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan RI di awal Oktober lalu agar gula rafinasi yang membanjiri pasar dihentikan ternyata masih jauh panggang dari api.

Faktanya, ribuan ton gula masih menumpuk di gudang-gudang pabrik, ruang pertemuan, emplasemen, bahkan di antara ceruk-ceruk mesin penggilingan.

Seperti dirilis Kompas, tumpukan-tumpukan gula terjadi setelah gula produksi dalam negeri tak bisa dijual di pasar akibat tekanan gula rafinasi.

Padahal, di pihak lain, petani berharap harga gula bisa sesuai dengan harga patokan petani yakni Rp 8.500 per kg. Namun pada lelang terakhir, guka hanya ditawar Rp 7.600-7.875 per kg.

Di Jawa Timur, dalam sejarah pergulaan, selama ini belum pernah ada yang namanya pabrik gula Jatiroto di Lumajang sulit menempatkan gula hasil pengolahan. Sebanyak 13 gudang dengan kapasitas 54.000 ton tak lagi mampu menampung gula milik petani ataupun milik pabrik.

Akibatnya, 40.000 ton gula tidak tertampung di 13 gudang, sehingga harus disimpan di gedung pertemuan, empasemen, bahkan hingga lorong-lorong mesin penggilingan.

Menurut Hadi Widodo, General Manajer Pabrik Gula, melalui Yudo R Utomo, saat ini pasar gula sedang jenuh dan harga gula sangat murah.

Lebih mengenaskan lagi, tak kurang dari 2.000 petani tebu yang menyetorkan tebu untuk digiling ke beberapa pabrik gula menjerit.

Mereka berteriak lantaran gula hanya mampu menumpuk di Pabrik Gula Jombang baru tak kurang dari 6.600 ton. Di Pabrik Gula Cukir 75.00 ton, dan Pabrik Gula Lestari 8.000 ton.

Uang petani yang menumpuk di gudang itu setara dengan Rp 761 miliar. Uang tersebut macet dam bentuk gula. (*/idi)

Koperasi & UMKM Jatim Disiapkan Dana Bergulir 4,9 Miliar 

Setra Batik Kotah di Kabupaten Sampang yang tidak tahu cara mengakses dana bergulir LPDB. foto:widikamidi

Dari Total Anggaran LPDB Rp2,75 Triliun, Digulirkan Tahun 2015

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk Koperasi dan UMKM melakukan temu mitra bersama 1.500 koperasi/UMKM Jawa Timur. Pertemuan dilakukan Hotel Empire, Surabaya, Kamis (13/11)

Turut hadir pada pertemuan penting menjelang diberlakukannya MEA 2015 itu Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur dan Deputi Bidang Pengkajian Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Meliadi Sembiring.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial mengatakan, tujuan dari temu mitra nasional 2014 tak lain untuk mempererat hubungan antara LPDB dengan para mitranya. Serta meningkatkan tingkat kepatuhan mitra dalam pemanfaatan dana bergulir dan menekan angka kolektibilitas dana bergulir bermasalah (KDBB) serendah mungkin.

LPDB merupakan satuan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM yang bertugas mengelola dana bergulir dalam bentuk pinjaman atau pembiayaan kepada Koperasi dan UKM.

Lembaga yang beroperasi sejak tahun 2008 ini telah menyalurkan pinjaman atau pembiyaan dana bergulir sebesar Rp5,05 triliun yang disalurkan kepada 608.867 UMKM melalui 3.453 mitra koperasi dan non koperasi di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

Menurut Kemas Danial, untuk tahun 2015,  jika tidak ada pemotongan anggaran, ditargetkan anggaran sebesar Rp2,7 triliun untuk digulirkan kepada koperasi dan UKM.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf mengatakan akumulasi realisasi pencairan dana bergulir LPDB di Jatim sebesar Rp 699,6 miliar yang disalurkan kepada 351 mitra. Dana bergulir LPDB ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena tingkat bunganya yang rendah bila dibandingkan dengan perbankan pada umumnya.

Sedangkan untuk tahun 2015, LPDB telah mengalokasikan dana bergulir untuk Jatim sebesar Rp490,99 miliar dari total Rp2,75 triliun anggaran dana bergulir. (*/idi)

Genjot Produk SNI untuk Menghadapi MEA 2015 

Penghargaan untuk Gubernur Soekarwo. foto:ist

Penghargaan “Tokoh Standarisasi Nasional Tahun 2014″ untuk Gubernur Jawa Timur

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Muh Natsir, memberikan penghargaan “Tokoh Standarisasi Nasional Tahun 2014” kepada Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo.

Penghargaan pada acara Bulan Mutu Nasional tersebut diberikan kepada Gubernur atas dedikasi dan komitmennya dalam mendorong standarisasi produk dan industri Jawa Timur, Rabu (12/11), di Jakarta. Bersamaan dengan Bulan Mutu Nasional tersebut digelar Indonesia Quality Expo 2014.

Memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tahun depan, pelaku industri wajib memahami standar yang diterapkan setiap negara. Sebab setiap negara memiliki standar produk yang berbeda dengan kebutuhan pasar lokal. Dalam konteks ini MEA 2015 adalah peluang dengan memacu produk unggulan daerah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). (*/ist)

Pertumbuhan dan Kinerja Ekonomi Triwulan III 2014 Sangat Positif 

Panen padi di musim kemarau yang tidak menguntungkan. foto:istimewa

Pertanian dan Pertambangan Justru Tumbuh Paling Rendah

Pertumbuhan perekonomian Jawa Timur  periode Januari – September 2014 secara komulatif mengalami pertumbuhan positif di semua sektor.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor bangunan 8,96 persen. Sedang pertumbuhan terendah dihasilkan sektor pertanian yang hanya 2,11 persen.

Sumber pertumbuhan terbesar dihasilkan oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan capaian 2,25 persen. Sumber pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian 0,06 persen.

Perekonomian Jawa Timur yang diukur berdasarkan besaran produk domistik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2014 sebesar Rp328,40 triliun. Sehingga secara kumulatif periode Januari-September-2014 PDRB Jawa Timur mencapai Rp948,41 triliun.

Sementara PDRB Jawa Timur triwulan III-2014 atas dasar harga konstan mencapai Rp113,29 triliun, dan secara kumulatif Januari – September -2014 mencapai Rp332,27 triliun.

Jika diperbandingkan, triwulan III-2014 dengan triwulan yang sama tahun 2013, mengalami pertumbuhan 5,91 persen (y on y) atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional periode sama hanya 5,01persen.

Dengan kenyatakan seeprti itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melalui Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analis Statistik Setiyowati menyatakan, pertumbuhan ekonomi cukup baik ini menandakan kinerja ekonomi Jawa Timur berjalan cukup baik pula.

Sementara pada Triwulan III-2014 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dibandingkan triwulan II-2014 (q-to-q) agak melambat sebesar 2,04 persen. Tetapi secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi mulai Januari-September-2014 mencapai 6,02 persen.

Secara q-to-q, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2014 terutama didukung oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran yang tumbuh 2,30 persen dan menghasilkan sumber pertumbuhan 0,77 persen. Semua sektor mengalami pertumbuhan positif kecuali sektor listrik, gas dan air bersih yang mengalami kontraksi 0,99 persen.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2014 secara y-on-y didukung oleh seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor bangunan sebesar 9,46 persen sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan galian yang hanya 1,97 persen.

Sumber pertumbuhan terbesar dihasilkan oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 2,13 persen, sedangkan sumber pertumbuhan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian hanya 0,04 persen. (*)


 

Petani Gresik Terpaksa Babat Jagung Kering

imageBerita Metrotvnews.com, Gresik: Petani di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jatim, terpaksa membabat tanaman jagung yang hampir mati karena kekeringan, Jumat (27/9) siang. Selengkapnya »



 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved