ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

PROFIL DAERAH JAWA TIMUR

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

KABUPATEN

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Fri, 6 Mar 2015

Profil Daerah Jawa Timur
 

Logo Daerah Jawa Timur Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi Di Pulau Jawa yang terletak 111,0o - 114,4o Bujur Timur dan 7,12o - 8,48o Lintang Selatan yang berbatasan dengan :

- Sebelah Barat berbatasan dengan Jawa Tengah,
- Sebelah Timur dengan Pulau Bali,
- Sebelah Utara dengan Pulau Kalimantan / Provinsi Kalimantan Selatan,
- Sebelah Selatan dengan samudra indonesia.

Secara umum wilayah Jawa Timur ... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Tarik Investasi untuk Menekan Impor Daging 

Salah satu stand daging di pasar. foto:istimewa

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, mengatakan, Jawa Timur hingga saat ini menghadapi persoalan kekurangan daging.

Kekurangan daging itu cukup besar, yakni mencapai 132 ribu ton. Persoalan ini tidak main-main dan dipandang sangat penting untuk segera dicarikan solusinya.

Salah satu solusi yang bisa ditawarkan menurut Gubernur adalah dengan cara menarik investasi. “Kita sekarang masih impor terus, makanya kita harus menarik investasi. Kalau perlu uang Gubernur BI bisa disalurkan kesitu,” katanya.

Seperti diketahui, di dalam negeri, pemenuhan daging dipandangnya sangat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pakan ternak. Jika pakan ternaknya terpenuhi maka persoalan pakan mencapai 70 persen pembiayaan. Tetapi kalau pakannya hijau berkualitas, maka bisa menekan hingga 50 persen.

Sebagai gambaran, sebaran jumlah populasi ternak sapi yang memungkinkan menjadi sapi pedaging di Jawa Timur di Tahun 2013;  Trenggalek 29.905 ekor. Khusus yang menghasilkan sapi daging781,36 ton. Investasi bisa dilakukan di Kecamatan Panggul, Bendungan, dan Tugu

Sebaran lain, di Kabupaten Blitar 200.008 ekor. Kabupaten Malang, pedaging,  sudah menghasilkan 21.866 ton. Gambaran investasi bisa dilakukan di sentra peternak di Kecamatan Jabung, Dau, Ngantang, Kaipare, Wajak, dan Turen.

Di Kabupaten Jember 350.170 ekor, Banyuwangi 163.402 ekor, Pupulasi di Jombang 115.852 2012 ekor dan pemotongan 18.358 ton. Di Nganjuk pedaging 16.684 ton, Magetan 113.226 ekor, potong 2.724. Bojonegoro, 145.578 sekor, Tuban 314.810, Lamongan 116.864 ekor, Gresik 58.268 ekor, Pamekasan 127.674 ekor, sentra berada di Kecamatan larangan, Waru, Pasean, Proppo, Batumarmar, Sumenep 360.862 ekor dan Kota Blitar 3.549 ekor. (widi)

Jatim Siap Penuhi Tambahan Dua Juta Ton 

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan petani usai menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi (Foto: Humas Setda Provinsi Jatim)

Gubernur Jawa Timur yang lekat disapa Pakde Karwo siap memenuhi target tambahan dua juta ton produksi gabah kering giling guna mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan. Pada tahun 2014 total produksi gabah kering giling Jatim mencapai 12,3 juta ton,

Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Alat Pertanian sebanyak 852 buah Handtractor dan 377 Pompa Air di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan langkah-langkah guna meningkatkan produksi gabah kering giling padi agar produksi tanaman pangan strategis tahun 2015 tercapai. “Dengan adanya bantuan alat-alat pertanian inI diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim,”ujarnya

Menurutnya, negara, dalam hal ini pemerintah harus mengintervensi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Intervensi tersebut melalui regulasi, strategi, dan inovasi yang tepat dan berpihak pada petani dan nelayan. Dengan begitu, swasembada pangan akan tercapai serta petani dan nelayan juga semakin meningkat kesejahteraannya. “Kita bisa mencapai negara swasembada. Caranya, negara harus mengurus mulai dari on farm hingga off farm pertanian,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Jokowi usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dilanjutkan dialog dengan perwakilan petani se Jatim. Dalam dialog tersebut, Presiden menyoroti swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

“Kita tidak mau lagi impor beras, gula, dan kedelai. Makanya produksi harus dinaikkan. Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bekerjasama mewujudkannya,” pintanya.

Presiden RI Joko Widodo saat menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air secara simbolis kpd perwakilan petani di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi

Presiden RI Jokowi juga membahas permasalahan distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat petani membutuhkannya. Khusus pupuk dan benih, pengadaannya akan dilakukan dengan penunjukan langsung tidak lagi melalui lelang.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada distributor pupuk dan benih untuk tidak memainkan lagi nasib para petani. “Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang, makanya lama. Dan sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini,” ujarnya

Presiden mengemukakan, pemerintah terus memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dan irigasi. Tahun 2015, pemerintah memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektaare. Sedangkan untuk Jatim, perbaikan irigasi dilakukan seluas 149 ribu hektaare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung untuk 98.000 hektare lahan dan benih kedelai untuk 70.000 hektare lahan.

Selain menyerahkan alat-alat pertanian, Presiden melakukan peninjauan Perbaikan Bendung Budengan di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana didampingi oleh Gubernur Jatim. Soekarwo, Bupati Ngawi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan dan menteri kabinet kerja, Forpimda Jatim dan Kabupaten Ngawi.

(Sumber: birohumas.jatimprov.go.id)

Jurus Industri Batik Madura Rebut Pasar Lokal Jelang MEA 

Syamsiah (dua dari kiri) mengajar dan menularkan skill membatik kepada anak-anak sejak usia dini agar memiliki SDM andal di pertarungan MEA nanti. foto:widikamidi

Nomor saya 081803000405. Nomor dari XL lho mas… Demikian pembuka penuh semangat saat mengunjungi Batik Sekar Tandjung, Sampang, Madura. Nama saya Syamsiah lho ya, bukan Aisyah seperti yang di tulis di Buku Batik Jawa Timur. Itu salah! Begitu katanya lagi dengan tak kendur semangat.

Syamsiah, 65 tahun, masih begitu menyala dengan batik. Perempuan pensiunan bidan ini termasuk voluntir keberadaan Batik Sampang. Setelah pensiun, fokus ke dunia batik adalah salah satu aktivitas yang membawa semangat luar biasa.

Sisi lain, sebagai mantan bidan senior, di sela kesibukannya mencipta dan bekerja keras mengerek nama batik Sekar Tandjung, ia tidak tega menolak kunjungan pasien-pasien lamanya.  Padahal pasien lama itu juga membawa membawa pasien baru seperti anak, cucu, dan menantu untuk meminta pertolongan saat kehamilan dan kelahiran datang. Jadi, kerab terlihat, orang-orang hamil dan siap melahirkan berbaur dengan orang-orang yang sedang mencanting.

Syamsiah sadar betul, bertukar nomor telpon adalah “omset”. Semakin banyak nomor telponnya beredar, makin sering pula batiknya mendapatkan pelanggan baru. Terlebih jika bertukar nomor telpon dengan penulis berita, ibaratnya seperti bertukar nomor telpon dengan seribu orang. Kalau sudah begini dia bisa berhemat dengan cetakan kartu nama.

Berbicara batik, sebagai voluntir batik di Kabupaten Sampang, nama batik Sekar Tandjung tentu sudah menjulang. Indikatornya adalah omset riil penjualan. Dalam sebulan, dihitung secara sederhana, omset Syamsiah mampu mencapai di atas seratus juta rupiah. Kalau sedang sepi, kisaran omsetnya masih mampu di angka tujuh puluh lima juta rupiah.

Omset sebesar itu biasa dikerjakan dengan 15 orang karyawan. Jika dia bersinergi dengan kawan-kawannya pembatik pewarna alam, maka omset akan membengkak mencapai 200 juta rupiah dalam sebulan. Jumlah pembatik pun juga akan lebih banyak dari biasanya, dan itu bisa mengimpor tenaga pembatik dari Kabupaten Pamekasan.

“Batik sekarang, dimana-mana, maju sangat pesat. Kawan-kawan pembatik Madura, di Sampang khususnya, makin kreatif  dan kaya dengan motif. Motif yang paling banyak dicipta adalah yang kontemporer. Saya juga membuatnya, tapi tidak banyak. Justru Sekar Tandjung lebih banyak fokus ke motif-motif tradisional. Motif-motif yang sangat Madura tentunya, dipadu dengan ikon-ikon Sampang dan muatan lokal yang hidup di dalamnya sebagai isen-isen,” ujar Syamsiah.

Isen-isen yang dimaksud Syamsiah adalah background. Isen-isen tradisional itu justru sangat disukai di Madura sendiri. Ini untuk mengembangkan pasar lokal. Isen-isen yang sangat membumi di Sampang, misalkan Burung Buraq, Bangau, Manuk Titing. Untuk dasarannya tetap menggunakan motif Sekar Tandjung. Mungkin di luar Sampang, kata dia, isen-isen seperti itu ada juga namun bentuknya beda. Sampang punya ciri khas tersendiri untuk bentuk.

Selain isen-isen itu, menurut Syamsiah, Sampang juga memiliki ikon jambu air, mente, juga ketela pohon. Ini pencanangan Bupati yang harus didukung dan dikembangkan. Jadi, di dalam Sekar Tandjung, ikon-ikon itu juga dimaksukkan dalan desain batiknya.

“Ketela pohon memang sudah menjadi ikon kabupaten lain. Sebab itu Sampang hanya mengambil  akar buahnya saja. Sebenarnya, tidak hanya ikon tambahan itu saja yang dikembangkan. Saya malah sedang giat menyosialisasikan motif baru Sekar Tandjung yang mungkin akan lebih mendekatkan dengan pecinta batik. Yaitu motif penjual sate Madura. Soto Madura. Sapi kerab. Juga nelayan-nelayan tangguh dari Madura. Ke depan juga akan memasukkan situs ratu ebu yang hanya dimiliki Sampang.”

Seiring dengan muatan tradisi yang makin dilekatkan di Batik Sekar Tandjung, Syamsiah juga makin getol menggarap pasar lokal. Pasar bebas Asean atau MEA itu, bagia dia, tentu juga akan merambah pasar batik. Kalau pasar lokal tidak dikuati, lucu jadinya kalau di wilayah sendiri kedodoran dalam menggarap pasar atau hanya jadi pemain cadangan dalam permainan pasar batik itu.

Manuk Titing yang kakinya diangkat sebelah, Burung Buraq, itulah salah satu muatan lokal andalan untuk manggarap pasar lokal. Bentuknya tidak lagi sekadar kain batik, tetapi menjelma menjadi sarung. Seiring dengan kesalehan masyarakat Madura, sarung adalah kebutuhan utama untuk menjalankan ibadah. Sekar Tandjung pun mencipta Batik Gilih. Dipasarkan luas di Pulau Mandangin. Pulau yang masuk di wilayah Sampang. “Minat mereka besar, karena ada sarung dengan gambar Buroq dan manuk Titing yang amat dekat religiusitas mereka,” pungkas Syamsiah. widi antoro

Panen Cabe di Jatim Turut Koreksi Harga Cabe Nasional 

Ilustrasi: Replay by Kontan

Bagi yang suka pedas-pedas, saatnya untuk kembali suka cita dengan berpedas ria. Memasuki pertengahan Januari 2015, harga rata-rata nasional cabe itu mulai menurun jika dibanding minggu lalu.

Ini terjadi setelah musim petik cabe hampir merata di berbagai daerah. Musim petik ini berdampak terhadap penurunan harganya. Namun petani masih untung kok jika dikurangi ongkos produksi.

Tren penurunan itu mengoreksi harga cabe merah besar turun 21,3% dari Rp 65.600/kg menjadi Rp 51.600/kg. Cabe merah keriting turun 14,5% dari Rp 69.600/kg menjadi Rp 59.500/kg, dan cabe rawit merah turun 14,6% dari Rp 79.300/kg menjadi Rp 67.700/kg.

Turunnya harga cabe pada pertengahan Januari setelah ada pasokan cabe ke pasar-pasar mulai bertambah. Peningkatan pasokan ini terjadi karena telah dimulainya panen cabe di sentra produksi di bebagai daerah seperti Wates, Kediri, Blitar, Banyuwangi, Tasikmalaya, Cisewu, Sukabumi, Magelang, Muntilan, dan Rembang.

Sejumlah data menyebutkan penurunan harga cabe telah terjadi hampir di seluruh daerah. Penurunan tertinggi harga cabe merah besar terjadi di Denpasar dari Rp 70.000 menjadi Rp 26.650/kg (61,9%) dan di Palu dari Rp 67.500 menjadi Rp 27.000/kg (60%).

Sedangkan penurunan tertinggi cabe merah keriting terjadi di Manado dari Rp 61.500 menjadi Rp 30.650/kg (50,2%) dan Jayapura dari Rp 70.000 menjadi Rp 35.000/kg (50%).

Sementara itu untuk cabe rawit merah terjadi di Manado dari Rp 118.000 menjadi Rp 39.300/kg (66,7%) dan Jayapura dari Rp 61.650 menjadi Rp 25.000/kg (59,4%).

Gubernur: Pengusaha Kecil Tak Mungkin Kirim Contoh Jagung Lewat Internet 

Bakal terkena dampak kebijakan penghapusan tiket murah Kemenhub.

Jawa Timur saat ini tengah merintis sejumlah lapangan terbang perintis. Diantaranya lapangan terbang di Sumenep, Banyuwangi, Bawean, Jember dan Bojonegoro. Rintisan yang susah payah ini akan sia-sia jika Kementerian Perhubungan RI kukuh dengan rencana penghapusan tarif murah di dunia penerbangan.

Penghapusan ini sungguh membuat sumelang Jawa Timur. Sebab, dikhawatirkan, berpengaruh langsung terhadap lapangan perintis tersebut. Begitu juga untuk jangka panjang, pasti akan ada pengaruhnya. Demikian Gubernur Soekarwo mengkritisi rencana Kemenhub menghapus tarif murah penerbangan.

Menurut Soekarwo, Jawa Timur tidak mendukung rencana tersebut. Alasannya, penghapusan tiket murah ini bisa berpengaruh pada perekonomian suatu daerah dan dunia pariwisata di Indonesia. “Saya tidak setuju apabila tiket murah dihapuskan,” tegasnya.

Pemerintah sebelumnya memberi subsidi pada Merpati sebagai penerbangan perintis dan PT Pelni dengan kapal perintisnya. Tapi sekarang banyak penerbangan murah dengan menekan biaya lain seperti tidak adanya makan atau minum serta pelayanan lainnya. Untuk interkonektif satu daerah ke daerah lain sangat menguntungkan pelayanan tersebut.

Karena itu, Gubernur mengusulkan agar tiket murah dapat tetap diberlakukan, sebab menyangkut interkonektif daerah satu dengan lainnya. Bahkan, untuk distribusi logistik sangat diperlukan karena tidak mungkin dengan biaya mahal pengusaha mengirim barang.

Rencana penghapusan tiket itu berpengaruh pada sektor ekonomi khususnya investasi di daerah. Dicontohkan, ketika pengusaha Jawa Timur ke Makasar tidak mungkin mengirim contoh jagung lewat internet, tapi harus dibawa ke Makasar bersama pengusahanya.

“Indonesia masih seperti itu, kalau tiket murah dihapus pengusaha kecil berpikir ulang untuk bisnis ke daerah lain,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan memastikan kebijakan baru mengenai penetapan tarif bawah 40 persen dari tarif batas atas, maskapai domestik tidak ada yang menjual tiket di bawah Rp 500 ribu.

Direktur Angkutan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Mohammad Alwi mengatakan, usai diberlakukannya kebijakan baru ini pada 30 Desember 2014, tidak ada satu pun maskapai yang menjual tiket di bawah Rp 500 ribu.


 

Petani Gresik Terpaksa Babat Jagung Kering

imageBerita Metrotvnews.com, Gresik: Petani di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jatim, terpaksa membabat tanaman jagung yang hampir mati karena kekeringan, Jumat (27/9) siang. Selengkapnya »



 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved