ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

PROFIL DAERAH JAWA TIMUR

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

KABUPATEN

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Wed, 1 Apr 2015

Profil Daerah Jawa Timur
 

Logo Daerah Jawa Timur Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi Di Pulau Jawa yang terletak 111,0o - 114,4o Bujur Timur dan 7,12o - 8,48o Lintang Selatan yang berbatasan dengan :

- Sebelah Barat berbatasan dengan Jawa Tengah,
- Sebelah Timur dengan Pulau Bali,
- Sebelah Utara dengan Pulau Kalimantan / Provinsi Kalimantan Selatan,
- Sebelah Selatan dengan samudra indonesia.

Secara umum wilayah Jawa Timur ... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Pakde Karwo : Jatim Siap Jadi Superkoridor MEA 2015 

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (kanan) bersama Sosiolog Unair, Prof Hotman Siahaan menunjukkan buku Pakde Karwo, Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka sebelum diskusi peluncuran buku di ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (14/3/2015) (Sumber foto: www.tribunnews.com)

Provinsi Jatim siap menjadi superkoridor Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, baik melalui penerapan teknologi informasi (TI) maupun regulasi barrier non tarrif.

“Kemampuan untuk menjadi superkoridor ini terus kami asah, hal itu bisa dilihat dari perkembangan ekonomi Jatim yang mampu tumbuh 5,01% lebih cepat dari pertumbuhan ekonomo nasional 4,55%,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo saat melakukan soft launching buku yang berjudul “Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka”, pada tanggal 14 Maret di Hotel Mercure, Surabaya.

Ia mengatakan, MEA membuka koridor baru yang harus dipetik manfaatnya oleh Jatim sesuai dengan visi Pemprov. Jatim 2014-2019. Karenanya, tuntutan untuk menjadi superkoridor adalah tuntutan globalisasi. Selain menjadi basis perdagangan, industri, investasi, dan tenaga kerja ahli, Jatim juga harus membangun regulasi yang bisa memihak pada pelayanan publik

Dijelaskan, upaya-upaya yang dibuat dalam kesiapan menghadapi MEA 2015 diantaranya dengan membangun SMK Mini, membuat 9 kantor perwakilan dagang antar pulau. “Memperkuat Basis Ekonomo di dalam negri adalah bentuk nasionalisme baru di era perdagangan bebas seperti saat ini,” tegasnya.

Di sisi lain, untuk optimalisasi kinerja urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi (PPI) ke luar negri, Jatim membentuk etalase PPI berserta senior advisor-nya di negara Jepang, Swis, China, Korea Selatan dan Belgia.

Upaya lainnya yakni Jatim juga akan segera membangun sistem single window untuk mempermudah sistem control /tracking. Sistem itu nantinya bukan saja mengintegrasikan antar pelabuhan, tetapi untuk semua kontrol barang keluar masuk ke Jatim. “Sistem ini nantinya juga merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk membatasi banyaknya barang yang masuk ke Jatim, sekaligus melindungi konsumen lokal,” terang Pakde Karwo.

Mengenai penguasaan bahasa, ia menuturkan, ada beberapa sekolah di bawah kendali pemerintah, yang diberikan subsidi untuk kegiatan kursus bahasa asing. Saat ini Pemprov juga telah menerbitkan surat edaran (SE) untuk penguasaan bahasa arab dan china. “Semua generasi muda utamanya harus mampu menguasai bahasa inggris,” tegasnya.

Kekuatan daya saing Jatim, terangnya, berdasarkan data yang ada mampu memberikan kontribusi terbesar ke-2 se indonesia, setelah DKI Jakarta. Kinerja makro ekonomi jatim jika dilihat dari nilai absolut Produk domestik Regional Bruro (PDRB) memperlihatkan effort kinerja signifikan dari Rp. 684,22 trilyun tahun 2009 menjadi Rp. 1.136,33 trilyun. “Berdasarkan data tersebut Jatim bisa disebut sebagai pusat ekonomi utama di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Sedangkap dalam lingkup regional ASEAN, PDRB Jatim teridentifikasi setara dengan 2/3 perekonomian Vietnam. Kinerja ini tentu membanggakan karena percepatan ekonomi jatim terjadi dalam kontraksi ekonomi dunia. “Kinerja perdagangan juga menunjukkan surplus dan selalu menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.Dengan demikian Jatim layak menjadi tujuan investasi jelang MEA 2015,” tukasnya.

Jika Jatim mampu memanfaatkan pasar bersama yang memiliki jumlah pendukuk lebih dari 600 juta jiwa serta potensi perdagangan intra mapun eksternal ASEAN yang cukup besar, maka jatim merupakan provinsi yang memiliki kekuatan untuk memproduksi barang dan jasa yang kompetitif di pasar bersama ASEAN. “Jatim memiliki penduduk 38 juta lebih dan kekuatan ekonomi tahun 2013 sebesar Rp. 1.236 trilyun. Karenanya kita harus berusaha optimal mewujudkan Jatim sebagai superkoridor MEA 2015,” katanya.

Terkait penerbitan buku “Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka”, Pakde Karwo menyampaikan, buku itu merupakan agregat kepemimpinannya dalam beragam ruang pandang. Pembuatannya juga melibatkan akademisi, profesional, budayawan-sastrawan dan aktivis dari berbagai wilayah di Indonesia. “Gagasan akademik dan pemikiran kreatif solutif dihimpun baik dengan menggunakan konsep scientific mind, agar bisa digunakan bagi siapa saja yang peduli dengan kemajuan dan kejayaan Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan penerbitan buku itu, lanjutnya, ia berharap Jatim dapat memainkan peran sebagai pintu gerbang MEA, untuk masuk dalam ruang jauh yang lebih lagi berupa pencaturan global. Selain itu terbitnya buku itu juga merupakan penanda yang menjadi semangat waga Jatim untuk menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015 yang kompetitif.

“Hal ini membutuhkan perhatian serius dari publik yang menangani bidang industri, jasa, perdagangan, serta seluruh stakeholders agar tidak terlelap dalam lorong MEA 2015,” pesannya.

Dihadapan 60 undangan yang terdiri dari wartawan berbagai media, Pakde Karwo juga melakukan dialog interaktif. Menurutnya, semua kritikan dan saran yang membangun akan menjadi masukan dan evaluasi untuk pembuatan buku jilid selanjutnya.

Turut hadir Ibu Nina Soekarwo yang biasa dipanggil Bude Karwo, Sekdaprov. Jatim Akhmad Sukardi, Asisten IV Setda Prov. Jatim Sukardo, serta beberapa pejabat di lingkup Pemprov. Jatim.

(Sumber: http://birohumas.jatimprov.go.id/)

Tarik Investasi untuk Menekan Impor Daging 

Salah satu stand daging di pasar. foto:istimewa

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, mengatakan, Jawa Timur hingga saat ini menghadapi persoalan kekurangan daging.

Kekurangan daging itu cukup besar, yakni mencapai 132 ribu ton. Persoalan ini tidak main-main dan dipandang sangat penting untuk segera dicarikan solusinya.

Salah satu solusi yang bisa ditawarkan menurut Gubernur adalah dengan cara menarik investasi. “Kita sekarang masih impor terus, makanya kita harus menarik investasi. Kalau perlu uang Gubernur BI bisa disalurkan kesitu,” katanya.

Seperti diketahui, di dalam negeri, pemenuhan daging dipandangnya sangat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pakan ternak. Jika pakan ternaknya terpenuhi maka persoalan pakan mencapai 70 persen pembiayaan. Tetapi kalau pakannya hijau berkualitas, maka bisa menekan hingga 50 persen.

Sebagai gambaran, sebaran jumlah populasi ternak sapi yang memungkinkan menjadi sapi pedaging di Jawa Timur di Tahun 2013;  Trenggalek 29.905 ekor. Khusus yang menghasilkan sapi daging781,36 ton. Investasi bisa dilakukan di Kecamatan Panggul, Bendungan, dan Tugu

Sebaran lain, di Kabupaten Blitar 200.008 ekor. Kabupaten Malang, pedaging,  sudah menghasilkan 21.866 ton. Gambaran investasi bisa dilakukan di sentra peternak di Kecamatan Jabung, Dau, Ngantang, Kaipare, Wajak, dan Turen.

Di Kabupaten Jember 350.170 ekor, Banyuwangi 163.402 ekor, Pupulasi di Jombang 115.852 2012 ekor dan pemotongan 18.358 ton. Di Nganjuk pedaging 16.684 ton, Magetan 113.226 ekor, potong 2.724. Bojonegoro, 145.578 sekor, Tuban 314.810, Lamongan 116.864 ekor, Gresik 58.268 ekor, Pamekasan 127.674 ekor, sentra berada di Kecamatan larangan, Waru, Pasean, Proppo, Batumarmar, Sumenep 360.862 ekor dan Kota Blitar 3.549 ekor. (widi)

Jatim Siap Penuhi Tambahan Dua Juta Ton 

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan petani usai menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi (Foto: Humas Setda Provinsi Jatim)

Gubernur Jawa Timur yang lekat disapa Pakde Karwo siap memenuhi target tambahan dua juta ton produksi gabah kering giling guna mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan. Pada tahun 2014 total produksi gabah kering giling Jatim mencapai 12,3 juta ton,

Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Alat Pertanian sebanyak 852 buah Handtractor dan 377 Pompa Air di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan langkah-langkah guna meningkatkan produksi gabah kering giling padi agar produksi tanaman pangan strategis tahun 2015 tercapai. “Dengan adanya bantuan alat-alat pertanian inI diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim,”ujarnya

Menurutnya, negara, dalam hal ini pemerintah harus mengintervensi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Intervensi tersebut melalui regulasi, strategi, dan inovasi yang tepat dan berpihak pada petani dan nelayan. Dengan begitu, swasembada pangan akan tercapai serta petani dan nelayan juga semakin meningkat kesejahteraannya. “Kita bisa mencapai negara swasembada. Caranya, negara harus mengurus mulai dari on farm hingga off farm pertanian,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Jokowi usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dilanjutkan dialog dengan perwakilan petani se Jatim. Dalam dialog tersebut, Presiden menyoroti swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

“Kita tidak mau lagi impor beras, gula, dan kedelai. Makanya produksi harus dinaikkan. Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bekerjasama mewujudkannya,” pintanya.

Presiden RI Joko Widodo saat menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air secara simbolis kpd perwakilan petani di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi

Presiden RI Jokowi juga membahas permasalahan distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat petani membutuhkannya. Khusus pupuk dan benih, pengadaannya akan dilakukan dengan penunjukan langsung tidak lagi melalui lelang.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada distributor pupuk dan benih untuk tidak memainkan lagi nasib para petani. “Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang, makanya lama. Dan sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini,” ujarnya

Presiden mengemukakan, pemerintah terus memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dan irigasi. Tahun 2015, pemerintah memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektaare. Sedangkan untuk Jatim, perbaikan irigasi dilakukan seluas 149 ribu hektaare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung untuk 98.000 hektare lahan dan benih kedelai untuk 70.000 hektare lahan.

Selain menyerahkan alat-alat pertanian, Presiden melakukan peninjauan Perbaikan Bendung Budengan di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana didampingi oleh Gubernur Jatim. Soekarwo, Bupati Ngawi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan dan menteri kabinet kerja, Forpimda Jatim dan Kabupaten Ngawi.

(Sumber: birohumas.jatimprov.go.id)

Jurus Industri Batik Madura Rebut Pasar Lokal Jelang MEA 

Syamsiah (dua dari kiri) mengajar dan menularkan skill membatik kepada anak-anak sejak usia dini agar memiliki SDM andal di pertarungan MEA nanti. foto:widikamidi

Nomor saya 081803000405. Nomor dari XL lho mas… Demikian pembuka penuh semangat saat mengunjungi Batik Sekar Tandjung, Sampang, Madura. Nama saya Syamsiah lho ya, bukan Aisyah seperti yang di tulis di Buku Batik Jawa Timur. Itu salah! Begitu katanya lagi dengan tak kendur semangat.

Syamsiah, 65 tahun, masih begitu menyala dengan batik. Perempuan pensiunan bidan ini termasuk voluntir keberadaan Batik Sampang. Setelah pensiun, fokus ke dunia batik adalah salah satu aktivitas yang membawa semangat luar biasa.

Sisi lain, sebagai mantan bidan senior, di sela kesibukannya mencipta dan bekerja keras mengerek nama batik Sekar Tandjung, ia tidak tega menolak kunjungan pasien-pasien lamanya.  Padahal pasien lama itu juga membawa membawa pasien baru seperti anak, cucu, dan menantu untuk meminta pertolongan saat kehamilan dan kelahiran datang. Jadi, kerab terlihat, orang-orang hamil dan siap melahirkan berbaur dengan orang-orang yang sedang mencanting.

Syamsiah sadar betul, bertukar nomor telpon adalah “omset”. Semakin banyak nomor telponnya beredar, makin sering pula batiknya mendapatkan pelanggan baru. Terlebih jika bertukar nomor telpon dengan penulis berita, ibaratnya seperti bertukar nomor telpon dengan seribu orang. Kalau sudah begini dia bisa berhemat dengan cetakan kartu nama.

Berbicara batik, sebagai voluntir batik di Kabupaten Sampang, nama batik Sekar Tandjung tentu sudah menjulang. Indikatornya adalah omset riil penjualan. Dalam sebulan, dihitung secara sederhana, omset Syamsiah mampu mencapai di atas seratus juta rupiah. Kalau sedang sepi, kisaran omsetnya masih mampu di angka tujuh puluh lima juta rupiah.

Omset sebesar itu biasa dikerjakan dengan 15 orang karyawan. Jika dia bersinergi dengan kawan-kawannya pembatik pewarna alam, maka omset akan membengkak mencapai 200 juta rupiah dalam sebulan. Jumlah pembatik pun juga akan lebih banyak dari biasanya, dan itu bisa mengimpor tenaga pembatik dari Kabupaten Pamekasan.

“Batik sekarang, dimana-mana, maju sangat pesat. Kawan-kawan pembatik Madura, di Sampang khususnya, makin kreatif  dan kaya dengan motif. Motif yang paling banyak dicipta adalah yang kontemporer. Saya juga membuatnya, tapi tidak banyak. Justru Sekar Tandjung lebih banyak fokus ke motif-motif tradisional. Motif-motif yang sangat Madura tentunya, dipadu dengan ikon-ikon Sampang dan muatan lokal yang hidup di dalamnya sebagai isen-isen,” ujar Syamsiah.

Isen-isen yang dimaksud Syamsiah adalah background. Isen-isen tradisional itu justru sangat disukai di Madura sendiri. Ini untuk mengembangkan pasar lokal. Isen-isen yang sangat membumi di Sampang, misalkan Burung Buraq, Bangau, Manuk Titing. Untuk dasarannya tetap menggunakan motif Sekar Tandjung. Mungkin di luar Sampang, kata dia, isen-isen seperti itu ada juga namun bentuknya beda. Sampang punya ciri khas tersendiri untuk bentuk.

Selain isen-isen itu, menurut Syamsiah, Sampang juga memiliki ikon jambu air, mente, juga ketela pohon. Ini pencanangan Bupati yang harus didukung dan dikembangkan. Jadi, di dalam Sekar Tandjung, ikon-ikon itu juga dimaksukkan dalan desain batiknya.

“Ketela pohon memang sudah menjadi ikon kabupaten lain. Sebab itu Sampang hanya mengambil  akar buahnya saja. Sebenarnya, tidak hanya ikon tambahan itu saja yang dikembangkan. Saya malah sedang giat menyosialisasikan motif baru Sekar Tandjung yang mungkin akan lebih mendekatkan dengan pecinta batik. Yaitu motif penjual sate Madura. Soto Madura. Sapi kerab. Juga nelayan-nelayan tangguh dari Madura. Ke depan juga akan memasukkan situs ratu ebu yang hanya dimiliki Sampang.”

Seiring dengan muatan tradisi yang makin dilekatkan di Batik Sekar Tandjung, Syamsiah juga makin getol menggarap pasar lokal. Pasar bebas Asean atau MEA itu, bagia dia, tentu juga akan merambah pasar batik. Kalau pasar lokal tidak dikuati, lucu jadinya kalau di wilayah sendiri kedodoran dalam menggarap pasar atau hanya jadi pemain cadangan dalam permainan pasar batik itu.

Manuk Titing yang kakinya diangkat sebelah, Burung Buraq, itulah salah satu muatan lokal andalan untuk manggarap pasar lokal. Bentuknya tidak lagi sekadar kain batik, tetapi menjelma menjadi sarung. Seiring dengan kesalehan masyarakat Madura, sarung adalah kebutuhan utama untuk menjalankan ibadah. Sekar Tandjung pun mencipta Batik Gilih. Dipasarkan luas di Pulau Mandangin. Pulau yang masuk di wilayah Sampang. “Minat mereka besar, karena ada sarung dengan gambar Buroq dan manuk Titing yang amat dekat religiusitas mereka,” pungkas Syamsiah. widi antoro

Panen Cabe di Jatim Turut Koreksi Harga Cabe Nasional 

Ilustrasi: Replay by Kontan

Bagi yang suka pedas-pedas, saatnya untuk kembali suka cita dengan berpedas ria. Memasuki pertengahan Januari 2015, harga rata-rata nasional cabe itu mulai menurun jika dibanding minggu lalu.

Ini terjadi setelah musim petik cabe hampir merata di berbagai daerah. Musim petik ini berdampak terhadap penurunan harganya. Namun petani masih untung kok jika dikurangi ongkos produksi.

Tren penurunan itu mengoreksi harga cabe merah besar turun 21,3% dari Rp 65.600/kg menjadi Rp 51.600/kg. Cabe merah keriting turun 14,5% dari Rp 69.600/kg menjadi Rp 59.500/kg, dan cabe rawit merah turun 14,6% dari Rp 79.300/kg menjadi Rp 67.700/kg.

Turunnya harga cabe pada pertengahan Januari setelah ada pasokan cabe ke pasar-pasar mulai bertambah. Peningkatan pasokan ini terjadi karena telah dimulainya panen cabe di sentra produksi di bebagai daerah seperti Wates, Kediri, Blitar, Banyuwangi, Tasikmalaya, Cisewu, Sukabumi, Magelang, Muntilan, dan Rembang.

Sejumlah data menyebutkan penurunan harga cabe telah terjadi hampir di seluruh daerah. Penurunan tertinggi harga cabe merah besar terjadi di Denpasar dari Rp 70.000 menjadi Rp 26.650/kg (61,9%) dan di Palu dari Rp 67.500 menjadi Rp 27.000/kg (60%).

Sedangkan penurunan tertinggi cabe merah keriting terjadi di Manado dari Rp 61.500 menjadi Rp 30.650/kg (50,2%) dan Jayapura dari Rp 70.000 menjadi Rp 35.000/kg (50%).

Sementara itu untuk cabe rawit merah terjadi di Manado dari Rp 118.000 menjadi Rp 39.300/kg (66,7%) dan Jayapura dari Rp 61.650 menjadi Rp 25.000/kg (59,4%).


 

Petani Gresik Terpaksa Babat Jagung Kering

imageBerita Metrotvnews.com, Gresik: Petani di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jatim, terpaksa membabat tanaman jagung yang hampir mati karena kekeringan, Jumat (27/9) siang. Selengkapnya »



 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved