ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

PROFIL DAERAH JAWA TIMUR

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

KABUPATEN

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Thu, 28 May 2015

Profil Daerah Jawa Timur
 

Logo Daerah Jawa Timur Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi Di Pulau Jawa yang terletak 111,0o - 114,4o Bujur Timur dan 7,12o - 8,48o Lintang Selatan yang berbatasan dengan :

- Sebelah Barat berbatasan dengan Jawa Tengah,
- Sebelah Timur dengan Pulau Bali,
- Sebelah Utara dengan Pulau Kalimantan / Provinsi Kalimantan Selatan,
- Sebelah Selatan dengan samudra indonesia.

Secara umum wilayah Jawa Timur ... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Jatim Bentuk 3500 Kopwan Baru Berbasis Syariah di Pedesaan 

Koperasi Syariah Al Ummah, Kota Mojokerto. foto:widikamidi

Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera membentuk dan memfasilitasi pendirian 3.500 koperasi baru. Pendirian difokuskan pada Koperasi Wanita Syariah di tingkat desa. Program tersebut akan dikawal SKPD terkait, yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.

Tujuan pendirian koperasi-koperasi wanita syariah hingga di tingkat desa itu adalah untuk mengembangkan kekuatan ekonomi masyarakat khususnya di tingkat pedesaan.

Rencana pendirian koperasi baru itu diungkap Dr. A Mudjib Afan, M.Kes saat berlangsungnya acara Fasilitasi Permodalan Bantuan Hibah Keuangan Koperasi/Kelompok dengan Penerima Bantuan, belum lama ini. Beban program tersebut dianggarkan tahun 2015 dengan memberikan bantuan hibah sebesar 25 juta rupiah tiap kelompok/koperasi yang akan dibentuk.

Dengan semakin berkembangnya kelompok-kelompok wanita berbasis fungsional yang ada di Jawa Timur pada tiap tingkat desa yang terdiri dari kelompok majelis taklim, yasinan, fatayat, aisyiyah, maka melihat potensi itu selama tahun 2015 pembentukan koperasi wanita syariah akan dilakukan secara bertahap dan target saat ini sekitar 150 kelompok. widi

Kopi Luwak Gunung Kawi Layak Bertarung di MEA 

Kopi Luwak mentah, hasil kotoran luwak setelah memakan kopi.

Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ternyata menyimpan potensi produksi Kopi Luwak yang besar.

Saat ini, produksi sudah berlangsung. Pemilik produksinya adalah M. Eko Nur Salam. Brand yang dikenalkan kepada publik adalah Kopi Luwak Arabika Gunung Kawi dan  Kopi Luwak Hunter.

Menurut M. Eko Nur Salam, semula usahanya adalah bergerak di bidang advertising dan percetakan. Tahun 2010, tanpa sengaja ia melihat acara televisi “Laptop Si Unyil” yang menampilkan liputan kopi luwak. Acara ini pun sangatmenarik minatnya, dan usai menonton dia pun segera mengumpulkan bambu untuk membangun kandang luwak.

Tayangan televisi yang dia tonton saat itu menampilkan PTPN 12 Jampit – Bondowoso. Di tayangan itu, harga kopi luwak mencapai Rp 120.000 per cangkir. Dia berpikir, rumahnya yang di Kepanjen – Kabupaten Malang sangat dekat dengan Gunung Kawi. Daya tempuhnya  hanya 30 menit. Di sana banyak luwak. Kenapa tidak usaha itu saja?

“Saya langsung ngumpulin bambu, beli dua sak semen untuk membuat kandang luwak. Setelah jadi saya menghubungi teman saya yang jualan luwak. Sementara saya mulai usaha ini dengan 10 ekor luwak. Per ekornya harganya Rp 250.000 – 300.000,” terangnya.

Mungkin hoki, kata Erik, demikian panggilannya. Dalam setahun kopi itu hanya berbuah sekali. Masa berbuah dan panennya hanya 4 bulan saja. Diluar bulan itu kopi tidak ada. Kopi itu panennya antara bulan April-Agustus. Pas ide muncul, pas pula musim panen kopi tiba. Luwak juga pada datang.

Erik memulai usaha dari nol. Belajar sambil jalan. Dia banyak belajar dari petani kopi sungguhan. Erik membeli kopi ke petani dengan cara memetik sendiri. Belinya kiloan dan yang merah-merah saja. Kalau meminta petani milihkan yang merah-merah saja pasti tidak mau. Petani ogah teliti karena dianggap ribet. Selama ini petani selalu memetiknya ditarik semuanya dari pangkal ke ujung. Tidak dipilih lagi. Jadi biji kopi merah selalu bercampur yang hijau dan kuning. Tidak semua masak.

Meski sudah teliti memilih kopi dengan biji merah saja, ternyata tidak keseluruhan kopi tadi dimakan luwak. Dari 3 kg kopi hanya 1 kg saja yang dimakan. Atau hanya 30% nya saja. Kopi ini kemudian Erik beri label Kopi Luwak Gunung Kawi.

Kelas premium, Kopi Luwak Gunung Kawi.

Suatu kali datanglah seorang pembeli kopi dari Korea. Begitu mencicipi kopi buatannya, orang Korea itu mengatakan kopinya itu tidak enak. “Giliran mencicipi kopi milik teman saya justru dibilang enak. Padahal teman itu belajar kopinya sama saya.”

Menurut Erik, biji kopi milik teman tidak sama dengan yang dia miliki. Kadar airnya tinggi. Rasanya juga manis. Kalau ditekan sedikit kulit kopinya, isi biji kopi langsung bisa meloncat keluar. “Akhirnya saya tanya ke teman-teman, mereka menertawai saya yang sudah setahun usaha kopi luwak tapi masih saja tidak bisa membedakan jenis kopi. Ternyata kopi milik saya adalah jenis robusta. Kopi teman saya jenis arabika. Rupanya score kopi arabika itu jauh lebih tinggi daripada robusta.”

Selama belajar sambil jalan itu akhirnya Erik memilih untuk memproduksi kopi jenis Arabika saja. Dengan sistem plasma, Erik membina sekitar 50 LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) di wilayah Gunung Kawi. Kopi dari wilayah inilah yang ia gunakan sebagai bahan produksi kopi luwak miliknya tersebut. Di wilayah ini hampir ada 500 ekor luwak yang dilepas untuk memakan kopi berbiji merah. Dalam setahun plasma binaan Erik ini bisa menghasilkan kopi luwak antara 700 kg-1 ton kopi.

Ada 2 merek kopi yang diproduksi Erik saat ini. Untuk kopi luwak kelas premium dengan label Kopi Luwak Gunung Kawi dijual Rp 1 juta per kilogramnya. Sedangkan untuk kopi luwak kelas standartnya diberi label Kopi Luwak Hunter dengan harga Rp 500.000 per kilogramnya. Semuanya jenis kopi Arabika.

Kata Erik, untuk pemasaran, jika di Indonesia sudah menjangkau hampir wilayah di nusantara. Sedangkan untuk luar negeri, selain Singapura Erik juga mendistribusikan produksinya  hingga Taiwan, China, Kanada, Jepang dan Australia.

Dua macam produk kopi itu, Kopi Luwak Gunung Kawi dan Kopi Luwak Hunter, produksi dan pengemasan dia pusatkan di Dusun Mergosingo RT 3 /RW 3, Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jika ekspektasi pasar lokal dan luar negeri sudah demikian menarik, tampaknya Erik dengan Kopi Luwaknya dari Gunung Kawi itu mampu menjadi brand yang layak bertarung di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akhir tahun 2015 ini. niken/widi

Pakde Karwo : Jatim Siap Jadi Superkoridor MEA 2015 

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (kanan) bersama Sosiolog Unair, Prof Hotman Siahaan menunjukkan buku Pakde Karwo, Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka sebelum diskusi peluncuran buku di ballroom Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Sabtu (14/3/2015) (Sumber foto: www.tribunnews.com)

Provinsi Jatim siap menjadi superkoridor Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, baik melalui penerapan teknologi informasi (TI) maupun regulasi barrier non tarrif.

“Kemampuan untuk menjadi superkoridor ini terus kami asah, hal itu bisa dilihat dari perkembangan ekonomi Jatim yang mampu tumbuh 5,01% lebih cepat dari pertumbuhan ekonomo nasional 4,55%,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo saat melakukan soft launching buku yang berjudul “Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka”, pada tanggal 14 Maret di Hotel Mercure, Surabaya.

Ia mengatakan, MEA membuka koridor baru yang harus dipetik manfaatnya oleh Jatim sesuai dengan visi Pemprov. Jatim 2014-2019. Karenanya, tuntutan untuk menjadi superkoridor adalah tuntutan globalisasi. Selain menjadi basis perdagangan, industri, investasi, dan tenaga kerja ahli, Jatim juga harus membangun regulasi yang bisa memihak pada pelayanan publik

Dijelaskan, upaya-upaya yang dibuat dalam kesiapan menghadapi MEA 2015 diantaranya dengan membangun SMK Mini, membuat 9 kantor perwakilan dagang antar pulau. “Memperkuat Basis Ekonomo di dalam negri adalah bentuk nasionalisme baru di era perdagangan bebas seperti saat ini,” tegasnya.

Di sisi lain, untuk optimalisasi kinerja urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi (PPI) ke luar negri, Jatim membentuk etalase PPI berserta senior advisor-nya di negara Jepang, Swis, China, Korea Selatan dan Belgia.

Upaya lainnya yakni Jatim juga akan segera membangun sistem single window untuk mempermudah sistem control /tracking. Sistem itu nantinya bukan saja mengintegrasikan antar pelabuhan, tetapi untuk semua kontrol barang keluar masuk ke Jatim. “Sistem ini nantinya juga merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk membatasi banyaknya barang yang masuk ke Jatim, sekaligus melindungi konsumen lokal,” terang Pakde Karwo.

Mengenai penguasaan bahasa, ia menuturkan, ada beberapa sekolah di bawah kendali pemerintah, yang diberikan subsidi untuk kegiatan kursus bahasa asing. Saat ini Pemprov juga telah menerbitkan surat edaran (SE) untuk penguasaan bahasa arab dan china. “Semua generasi muda utamanya harus mampu menguasai bahasa inggris,” tegasnya.

Kekuatan daya saing Jatim, terangnya, berdasarkan data yang ada mampu memberikan kontribusi terbesar ke-2 se indonesia, setelah DKI Jakarta. Kinerja makro ekonomi jatim jika dilihat dari nilai absolut Produk domestik Regional Bruro (PDRB) memperlihatkan effort kinerja signifikan dari Rp. 684,22 trilyun tahun 2009 menjadi Rp. 1.136,33 trilyun. “Berdasarkan data tersebut Jatim bisa disebut sebagai pusat ekonomi utama di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Sedangkap dalam lingkup regional ASEAN, PDRB Jatim teridentifikasi setara dengan 2/3 perekonomian Vietnam. Kinerja ini tentu membanggakan karena percepatan ekonomi jatim terjadi dalam kontraksi ekonomi dunia. “Kinerja perdagangan juga menunjukkan surplus dan selalu menjadi pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.Dengan demikian Jatim layak menjadi tujuan investasi jelang MEA 2015,” tukasnya.

Jika Jatim mampu memanfaatkan pasar bersama yang memiliki jumlah pendukuk lebih dari 600 juta jiwa serta potensi perdagangan intra mapun eksternal ASEAN yang cukup besar, maka jatim merupakan provinsi yang memiliki kekuatan untuk memproduksi barang dan jasa yang kompetitif di pasar bersama ASEAN. “Jatim memiliki penduduk 38 juta lebih dan kekuatan ekonomi tahun 2013 sebesar Rp. 1.236 trilyun. Karenanya kita harus berusaha optimal mewujudkan Jatim sebagai superkoridor MEA 2015,” katanya.

Terkait penerbitan buku “Pintu Gerbang MEA 2015 Harus Dibuka”, Pakde Karwo menyampaikan, buku itu merupakan agregat kepemimpinannya dalam beragam ruang pandang. Pembuatannya juga melibatkan akademisi, profesional, budayawan-sastrawan dan aktivis dari berbagai wilayah di Indonesia. “Gagasan akademik dan pemikiran kreatif solutif dihimpun baik dengan menggunakan konsep scientific mind, agar bisa digunakan bagi siapa saja yang peduli dengan kemajuan dan kejayaan Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan penerbitan buku itu, lanjutnya, ia berharap Jatim dapat memainkan peran sebagai pintu gerbang MEA, untuk masuk dalam ruang jauh yang lebih lagi berupa pencaturan global. Selain itu terbitnya buku itu juga merupakan penanda yang menjadi semangat waga Jatim untuk menghadapi Pasar Bebas ASEAN 2015 yang kompetitif.

“Hal ini membutuhkan perhatian serius dari publik yang menangani bidang industri, jasa, perdagangan, serta seluruh stakeholders agar tidak terlelap dalam lorong MEA 2015,” pesannya.

Dihadapan 60 undangan yang terdiri dari wartawan berbagai media, Pakde Karwo juga melakukan dialog interaktif. Menurutnya, semua kritikan dan saran yang membangun akan menjadi masukan dan evaluasi untuk pembuatan buku jilid selanjutnya.

Turut hadir Ibu Nina Soekarwo yang biasa dipanggil Bude Karwo, Sekdaprov. Jatim Akhmad Sukardi, Asisten IV Setda Prov. Jatim Sukardo, serta beberapa pejabat di lingkup Pemprov. Jatim.

(Sumber: http://birohumas.jatimprov.go.id/)

Tarik Investasi untuk Menekan Impor Daging 

Salah satu stand daging di pasar. foto:istimewa

Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo, mengatakan, Jawa Timur hingga saat ini menghadapi persoalan kekurangan daging.

Kekurangan daging itu cukup besar, yakni mencapai 132 ribu ton. Persoalan ini tidak main-main dan dipandang sangat penting untuk segera dicarikan solusinya.

Salah satu solusi yang bisa ditawarkan menurut Gubernur adalah dengan cara menarik investasi. “Kita sekarang masih impor terus, makanya kita harus menarik investasi. Kalau perlu uang Gubernur BI bisa disalurkan kesitu,” katanya.

Seperti diketahui, di dalam negeri, pemenuhan daging dipandangnya sangat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kondisi pakan ternak. Jika pakan ternaknya terpenuhi maka persoalan pakan mencapai 70 persen pembiayaan. Tetapi kalau pakannya hijau berkualitas, maka bisa menekan hingga 50 persen.

Sebagai gambaran, sebaran jumlah populasi ternak sapi yang memungkinkan menjadi sapi pedaging di Jawa Timur di Tahun 2013;  Trenggalek 29.905 ekor. Khusus yang menghasilkan sapi daging781,36 ton. Investasi bisa dilakukan di Kecamatan Panggul, Bendungan, dan Tugu

Sebaran lain, di Kabupaten Blitar 200.008 ekor. Kabupaten Malang, pedaging,  sudah menghasilkan 21.866 ton. Gambaran investasi bisa dilakukan di sentra peternak di Kecamatan Jabung, Dau, Ngantang, Kaipare, Wajak, dan Turen.

Di Kabupaten Jember 350.170 ekor, Banyuwangi 163.402 ekor, Pupulasi di Jombang 115.852 2012 ekor dan pemotongan 18.358 ton. Di Nganjuk pedaging 16.684 ton, Magetan 113.226 ekor, potong 2.724. Bojonegoro, 145.578 sekor, Tuban 314.810, Lamongan 116.864 ekor, Gresik 58.268 ekor, Pamekasan 127.674 ekor, sentra berada di Kecamatan larangan, Waru, Pasean, Proppo, Batumarmar, Sumenep 360.862 ekor dan Kota Blitar 3.549 ekor. (widi)

Jatim Siap Penuhi Tambahan Dua Juta Ton 

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan petani usai menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi (Foto: Humas Setda Provinsi Jatim)

Gubernur Jawa Timur yang lekat disapa Pakde Karwo siap memenuhi target tambahan dua juta ton produksi gabah kering giling guna mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan. Pada tahun 2014 total produksi gabah kering giling Jatim mencapai 12,3 juta ton,

Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Alat Pertanian sebanyak 852 buah Handtractor dan 377 Pompa Air di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan langkah-langkah guna meningkatkan produksi gabah kering giling padi agar produksi tanaman pangan strategis tahun 2015 tercapai. “Dengan adanya bantuan alat-alat pertanian inI diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim,”ujarnya

Menurutnya, negara, dalam hal ini pemerintah harus mengintervensi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Intervensi tersebut melalui regulasi, strategi, dan inovasi yang tepat dan berpihak pada petani dan nelayan. Dengan begitu, swasembada pangan akan tercapai serta petani dan nelayan juga semakin meningkat kesejahteraannya. “Kita bisa mencapai negara swasembada. Caranya, negara harus mengurus mulai dari on farm hingga off farm pertanian,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Jokowi usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dilanjutkan dialog dengan perwakilan petani se Jatim. Dalam dialog tersebut, Presiden menyoroti swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

“Kita tidak mau lagi impor beras, gula, dan kedelai. Makanya produksi harus dinaikkan. Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bekerjasama mewujudkannya,” pintanya.

Presiden RI Joko Widodo saat menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air secara simbolis kpd perwakilan petani di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi

Presiden RI Jokowi juga membahas permasalahan distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat petani membutuhkannya. Khusus pupuk dan benih, pengadaannya akan dilakukan dengan penunjukan langsung tidak lagi melalui lelang.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada distributor pupuk dan benih untuk tidak memainkan lagi nasib para petani. “Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang, makanya lama. Dan sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini,” ujarnya

Presiden mengemukakan, pemerintah terus memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dan irigasi. Tahun 2015, pemerintah memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektaare. Sedangkan untuk Jatim, perbaikan irigasi dilakukan seluas 149 ribu hektaare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung untuk 98.000 hektare lahan dan benih kedelai untuk 70.000 hektare lahan.

Selain menyerahkan alat-alat pertanian, Presiden melakukan peninjauan Perbaikan Bendung Budengan di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana didampingi oleh Gubernur Jatim. Soekarwo, Bupati Ngawi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan dan menteri kabinet kerja, Forpimda Jatim dan Kabupaten Ngawi.

(Sumber: birohumas.jatimprov.go.id)


 

Petani Gresik Terpaksa Babat Jagung Kering

imageBerita Metrotvnews.com, Gresik: Petani di Desa Pantenan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jatim, terpaksa membabat tanaman jagung yang hampir mati karena kekeringan, Jumat (27/9) siang. Selengkapnya »



 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved