ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

PROFIL DAERAH BANTEN

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

KABUPATEN

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Sun, 21 Dec 2014

Profil Daerah Banten
 

Logo Daerah Banten Provinsi Banten secara astronomis terletak pada 105o 1'11" 106o 7'12 Bujur Timur dan 5o 7'50" 7o 1'1" Lintang Selatan, dengan batas wilayahnya

- Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Sunda,
- Sebelah Timur dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat,
- Sebelah Utara dengan Laut Jawa dan
- Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia.

Wilayah Provinsi Banten terbagi menjadi wilayah daratan dan wi... Selengkapnya »



Peta Potensi
 

Klik bagian Legenda di bawah dan pilih komoditi yang akan ditampilkan.

Legenda


  


Feed News    Berita Terbaru
 

Banten Andalkan Empat Daerah Perkuat Swasembada Pangan 

Pemerintah Provinsi Banten mengandalkan empat daerah, yakni Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Tangerang, untuk memperkuat swasembada pangan, khususnya padi pada tahun 2015.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKPP) Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Kamis, mengatakan bahwa Banten menjadi salah satu dari 12 provinsi di Indonesia untuk memberikan kontribus dalam swasembada pangan nasional, yakni padi jagung dan kedelai dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

Rano Karno Terima Antara Award 2014 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno mendapatkan Antara Award 2014 sebagai mitra Kepala Daerah bersama Gubernur Jawa Timur Sukarwo.

Antara Award dalam rangka HUT Perum LKBN Antara ke-77 juga diberikan kepada Wali kota Bandar Lampung, Wali kota Lokseumaweh, Wali kota Ambon dan Walikota Serang. Antara Award 2014 bagi mitra kepala daerah diserahkan dewan Pengawas DJ Nachrowi di Wisma Antara Jakarta, Kamis. 

Puncak peringatan HUT Perum LKBN Antara ke-77 tersebut juga dihadiri Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut juga mendapatkan Antara Achievment Award 2014 sebagai tokoh pilihan rakyat dan 'Maan Of The Years'. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, di era keterbukaan informasi dan kebebasan pers, persaingan industri media semakin kuat dan pemberitaannya cenderung sensasional karena kebutuhan pasar dan industri. Namun demikian, meskipun pemberitaan media tajam dan menggigit, harus mendidik dan jangan sampai 'melukai'.

DPRD Banten Diminta Perjuangkan Bantuan Keuangan Desa/Kelurahan 

Sejumlah anggota DPRD Banten asal daerah pemilihan Kota Serang diminta untuk memperjuangkan kenaikan bantuan keuangan untuk desa/kelurahan di wilayah Kota Serang, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami mendapatkan masukan dari masyarakat khususnya di tingkat desa/kelurahan, mereka meminta bantuan keuangan untuk kelurahan ditingkatkan. Selain itu, sebagian besar lainnya masalah infrastruktur," kata Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni saat melakukan reses di Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang, Rabu.

Bupati: Perusahaan Tidak Boleh Kelola Pasir Besi 

Bupati Pandeglang, Provinsi Banten Erwan Kurtubi menyatakan tidak mengizinkan perusahaan mengelola pasir besi di daerah tersebut.

"Ada perusahaan yang mengajukan izin untuk mengelola pasir besi, tapi kita tolak, karena pengelolaan bahan tambang itu diserahkan pada masyarakat," katanya di Pandeglang, Rabu.

Ewindo Siap Produksi Benih Kentang Berkualitas 

PT East West Seeds Indonesia (Ewindo) perusahaan produsen benih sayuran nasional menyatakan kesiapannya untuk memproduksi umbi benih kentang berkualitas melalui area produksi aeroponik di Lembang Bandung guna mengatasi rendahnya produktivitas petani kentang di Indonesia.



"Target kami umbi benih kentang produksi kami sudah dapat didistribusikan mulai tahun 2016 dengan kapasitas 10.000 ton per  tahun," kata Managing Director Ewindo Glenn Pardede di Lembang Bandung, Selasa, usai peluncuran umbi benih kentang.

Menurut Glenn, produktivitas petani kentang Indonesia saat ini sangat rendah,  hanya mampu memproduksi maksimal10 ton per hektar, padahal di Eropa mampu memproduksi 50 ton per hektar. Sedangkan, melalui umbi benih produksi Ewindo diharapkan produktivitas dapat ditingkatkan menjadi 20 sampai 25 ton per hektar.

Glenn mengatakan, lahan petani kentang di Indonesia saat ini mencapai 70.000 hektar seharusya membutuhkan benih umbi kentang berkualitas sekitar 130.000 ton per tahun dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional.

"Total kebutuhan kentang nasional 130.000 ton per tahun, sedangkan ketersediaan benih berkualitas dan bersertifikat kurang dari 15 persen," kata Glenn.

Glenn mengatakan, dalam rangka mensosialisasikan benih umbi kentang berkualitas kepada kalangan petani, Ewindo menjalin kerja sama dengan Syngenta Foundation, BALITSA (Balai Penelitian Sayuran), dan BPSB (Balai Penelitian Sayuran dan Buah) Jawa Barat.

Program Director Sygenta Foundation Teddy H. Tambu mengatakan, sebagai lembaga nirlaba didirikan untuk meningkatkan taraf hidup petani caranya melalui bimbingan teknis langsung kepada petani atau melalui perusahaan benih seperti Ewindo.

Teddy mengatakan, kerja sama dengan Ewindo hanya difokuskan kepada pengenalan dan bimbingan teknis bertanam kentang kepada petani dengan tujuan akhir mereka menjadi sejahtera.

Project Manager Ewindo untuk Kentang M. Hariyadi Setiawan mengatakan, bagi petani kentang yang dibutuhkan  adalah tanaman yang mampu menghasilkan buah yang banyak, serta tahan terhadap hama dan penyakit sehingga biaya pemeliharaan sampai panen lebih efisien.

Menurut Hariyadi, kemampuan petani kentang yang sebagian besar diproduksi di daerah Jawa sebenarnya sangat bagus, tetapi karena terbatasnya benih berkualitas membuat produksi mereka rendah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan.

"Kita akan memberikan pelatihan kepada petani kentang mulai dari budi daya, penggunaan pupuk, obat, dan pestisida agar jangan berlebih. Tanaman kentang ini butuh 3 bulan untuk panen dan hasilnya dapat langsung dinikmati," ujar dia.

Hariyadi mengatakan, Ewindo memiliki banyak petugas penyuluh lapangan baik ditempatkan di kabupaten dan provinsi yang siap untuk memberikan bimbingan teknis kepada petani kentang.

Untuk mencapai target 10.000 ton, Ewindo menerapkan teknologi aeroponik yaitu teknologi budi daya tanpa menggunakan media tanam untuk menghasilkan benih G-0 dan selanjutnya akan dikembangkan menjadi G-2 dan G-3 yang siap dipasarkan, kata Glenn.

Teknologi aeroponik untuk produksi benih kentang baru pertama kali digunakan di Indonesia. Ewindo menerapkan teknologi ini karena benih yang dihasilkan lebih berkualitas dan kemampuan produksi tanaman lebih besar.

Glenn mengatakan dibanding beras kandungan gizi dan vitamin kentang jauh lebih banyak serta kandungan gula lebih sedi

 

KS Cemas Investor Kabur

imageBerita CILEGON – Kekhawatiran PT Krakatau Steel (KS) akan ketidak­percayaan investor untuk tetap menanamkan sahamnya di lantai bursa sepertinya menjadi perhatian se­rius pihak manajemen. Ini lan­taran pasca-direksi ... Selengkapnya »



 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved