ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

PROFIL DAERAH KABUPATEN CIAMIS

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 525584


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Thu, 24 Apr 2014

Potensi Wisata Budaya di Kabupaten Ciamis
 

Objek Wisatanya adalah:
-Kampung Kuta
Nama Kampung Kuta ini mungkin diberikan karena sesuai dengan lokasi Kampung Kuta yang berada di Iembah yang curam sedalam kurang lebih 75 meter dan dikelilingi oleh tebing-tebing/perbukitan, dalam bahasa Sunda disebut Kuta (artinya pager tembok)

-Astana Gede Kawali
Situs Astana Gede berada pada ketinggian 365 meter dari permukaan air laut dengan luas 5 Ha, sebelah barat terdapat sumber mata air Cikawali. Batas situs, sebelah utara Sungai Cikondong, sebelah timur parit kecil dari Sungai Ciguntur, sebelah selatan Sungai Cibulan, dan sebelah barat Sungai Cigarunggung. Lingkungan situs berupa hutan lindung yang ditumbuhi oleh berbagai vegetasi cukup rapat, sehingga kelembaban situs cukup tinggi dengan suhu 22o C.

-Situs Tambaksari
Kawasan situs Tambaksari meliputi beberapa desa di Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Rancah yang luasnya sekitar 961,369 ha. Tambaksari berada di sebelah timur Bandung berjarak sekitar 150 km. Lokasi dapat ditempuh melalui rute Bandung Tasikmalaya Ciamis Cisaga Tambaksari. Kondisi geomorfologi kawasan situs Tambaksari merupakan perbukitan yang membentuk morfologi bergelombang dengan kemiringan lereng beragam, sebagian lagi merupakan morfologi berlembah-lembah yang dilalui sungai Cijolang dengan beberapa anak sungai seperti Cihonje, Cipasang, Cisanca, Cibatu, Cisontrol, dan Cibeureum. Kawasan situs ini merupakan kawasan yang mengandung tinggalan geologi kuarter yang berumur Pliosen tengah (2 juta tahun yang lalu).

-Situs Kertabumi
Situs Kertabumi berada di Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing tepatnya berada pada koordinat 7o20 43,4 LS dan 108o27 49,9 BT dengan luas sekitar 320 m2. Lokasi situs berada pada kawasan yang diapit Sungai Cileueur dan Sungai Cimuntur. Kedua sungai tersebut bertemu di sebelah timur laut Gunung Susuru. Gunung Susuru merupakan suatu tonjolan bukit yang terbentuk oleh batuan breksi vulkanik. Ketinggian daerah di Gunung Susuru dan sekitarnya kurang lebih 100 m di atas permukaan laut. Batas situs ini di sebelah utara adalah S. Cimuntur, timur pertemuan antara S. Cimuntur dengan Cileueur, selatan Sungai Cileueur, dan barat Kampung Bunder.

-Batik Ciamis
Penciptaan
motif atau ragam hias batiknya lebih ditekankan pada ungkapan kesederhanaan untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat. Kesederhanaan itu tertuang dalam bentuk-bentuk yang terinspirasi
dari alam sekitar dan kejadian sehari-hari
Motif batik di daerah Ciamis antara lain rereng lasem, parang sontak, rereng seno, rereng sintung ageung, kopi pecah, lepaan, rereng parang rusak,
rereng adu manis, kumeli, rereng parang alit, rereng useup, rereng jenggot, rereng peuteuy papangkah

-Situs Karang Kamulyan
Situs Karangkamulyan merupakan situs dari masa Hindu-Buddha dengan koordinat 7o20,84'S 108o29,376'E. Diperkirakan situs ini merupakan peninggalan masa Kerajaan Galuh. Situs Karangkamulyan berada di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing. Komplek situs berupa hutan yang luasnya 25,5 hektar berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan Ciamis Banjar. Batas situs di sebelah utara adalah jalan raya, sebelah timur Sungai Cimuntur, selatan Sungai Citanduy, dan barat rest area.

-Situs Pangcalikan Gunung Padang
Di Desa Sukaresik, Kecamatan Cikoneng terdapat semacam hutan lindung yang di dalamnya terdapat objek peninggalan purbakala yang oleh masyarakat setempat dinamakan pangcalikan. Lahan seluas sekitar 7 hektar ini kondisi geografisnya berupa perbukitan. Untuk mencapai lokasi ini setelah memasuki kawasan hutan lindung harus melalui jalan setapak berbatu yang menanjak. Situs Pangcalikan Gunung Padang merupakan peninggalan purbakala yang berhubungan dengan bentuk sistem religi masyarakat masa lampau. Pengembangan untuk sektor pariwisata sebaiknya memperhatikan faktor lingkungan dan makna simbolis yang berkaitan dengan religi masa lampau. Jalan setapak berbatu menuju kompleks situs perlu dipertahankan agar tidak menghilangkan makna simbolis nilai-nilai budaya luhur.

-Situs Jambansari
Di tengah kota Ciamis tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, tepatnya pada koordinat 07o19'48,7'' LS dan 108o20'54,2'' BT. terdapat komplek makam yang dikenal dengan nama Jambansari. Situs ini berada pada ketinggian 233 m di atas permukaan laut. Pengembangan ke aspek wisata ziarah di situs ini sangat didukung dari keletakannya yang di tengah kota serta tersedianya fasilitas bagi pengunjung di lokasi itu.

-Keramat Kuning lakbok
Peninggalan arkeologik dari masa klasik lainnya adalah beberapa benda di Keramat Kuning Lakbok. Situs ini berada di Desa Sukanegara, Kecamatan Lakbok tepatnya pada koordinat 724 07,6 LS 10839 22,1 BT. Secara geografis wilayah ini berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian 26 m di atas permukaan laut. Benda-benda arkeologis disimpan di dalam bangunan cungkup berukuran 3 x 4 m yang berada di kebun penduduk. Beberapa benda yang tersimpan di bangunan cungkup tersebut dahulu berasal di tanah lapang. Atas inisiatif penduduk lalu dikumpulkan di bangunan cungkup. Kebanyakan tinggalan arkeologis dalam kondisi rusak. Menurut keterangan pengrusakan ini terjadi pada sekitar tahun 1965. Untuk sementara ini benda-benda tersebut belum mendapat perhatian masyarakat. Usaha masyarakat menyelamatkannya di bangunan cungkup merupakan langkah tepat untuk melestarikannya. Dengan adanya benda-benda tersebut menunjukkan bahwa pada masa lampau masyarakat di sekitar Lakbok sudah berperadaban tinggi.

-Ronggeng Amen
Ronggeng Kaler (kaler berarti utara) lebih dikenal sebagai Ronggeng Amen. Ronggeng Amen merupakan pengayaan dari seni Ronggeng Gunung. Disebut Ronggeng Kaler karena asal dan daerah penyebarannya di wilayah bagian utara Kabupaten Ciamis atau Kuningan, yang perpaduannya menghasilkan Ronggeng Amen/Kidul yang lebih "laku" di masyarakat, mungkin karena lebih meriah sebab sudah menggunakan gamelan kliningan dan lagu-lagu Rancagan.

-Ronggeng Gunung
Ronggeng Gunung merupakan bentuk kesenian tradisional dengan tampilan seorang atau lebih penari. Biasanya dilengkapi dengan gamelan dan nyanyian atau kawih pengiring, sang penari utama adalah seorang perempuan yang dilengkapi dengan sebuah selendang.

-Upcara Nyangku
Bagi Anda penyuka upacara adat, Upacara Adat Nyangku adalah salah satu upacara adat tradisional warisan leluhur keturunan Panjalu, yang diamanatkan oleh Prabu Sanghyang Borosngora, raja Panjalu Islam pertama yang menyebarkan agama Islam. Nyangku berasal dari bahasa Arab Yanko , yang artinya membersihkan benda-benda pusaka keturunan Panjalu

-Gondang
Gondang, atau di Ciamis disebut Gondang Buhun, adalah seni tetabuhan (tutunggulan) yang disertai dengan nyanyian. Alatnya adalah sebuah lisung (lesung, wadah untuk menumbuk padi) dan halu (alu), penumbuk padi terbuat dari sebatang kayu. Bunyi lesung dihasilkan dari tumbukan alu, yang bisa dilakukan ke berbagai bagian lesung, baik ke bagian dalam maupun bagian luar. Seluruh pemainnya perempuan, berjumlah kurang lebih lima orang. Kesenian ini tersebar di beberapa wilayah pedesaan di Ciamis Selatan

-Museum Nymuk
Museum Nyamuk berada di komplek perkantoran Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2)-Ciamis. Museum ini milik Departemen Kesehatan dan merupakan museum nyamuk satu-satunya di Indonesia yang memilliki berbagai fasilitas agar masyarakat waspada akan bahaya nyamuk. Penggagas pertama kali pendirian Museum Nyamuk adalah Sugiono, saat menjabat sebagai Kepala Loka Balitbang P2B2 Ciamis. Museum ini memiliki sekitar 80 koleksi nyamuk vector penyebar penyakit asal dari Indonesia. Koleksi museum dibagi dalam 6 genera, yaitu: Aedes, Culex, Anopheles, Mansonia, Armigeres dan Toxor. Masing-masing genus terdiri dari spesimen, stadium telur, larva, pupa dan nyamuk selain itu juga dilengkapi koleksi tanaman pengusir nyamuk dan tanaman obat untuk gejala penyakit yang dibawa nyamuk

-Museum Tambaksari
Situs Tambaksari dianggap sangat potensial, sebagai tempat temuan fosil-fosil binatang purba, terutama di daerah yang terletak di Urug Kasang. Untuk upaya penyelamatan dan penyimpanan temuan fosil-fosil tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Ciamis pada awal tahun 2001 berinisiatif membangun site museum yang dinamakan Gedung Penyelamatan Benda Cagar Budaya Tambaksari. Untuk pentaan koleksinya, dibantu oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Koleksi Museum

Koleksi yang tersimpan di Site Museum Tambaksari terdiri atas (1) Fosil Hewan Kuda Nil (fosil rusuk, fosil sendi, fosil rahang, fosil gigi, fosil taring), (2) Fosil Hewan Gajag Purba (fosil tulang belakang, fosil tengkorak belakang, fosil kaki belakang, fosil rahang belakang, fosil gigi belakang, dan fosil engsel belakang), (3) Fosil Hewan Rusa Purba (fosil sendi, fosil kaki, fosil tulang belakang, fosil rusuk, fosil rahang, fosil tanduk, fosil gigi), (4) Fosil Hewan Sapi (fosil rahang bawah kiri, fosil rahang bawah kanan), (5) Fosil Tanah (fosil abu kehitaman, abu kecoklatan, dan hitam), (6) Fosil Kayu , (7) Fosil Daun, (8) Fosil Gigi Ikan, (9) Fosil Sisik Ikan, (10) Deposit Kerang, (11) Kerang, (12) Fosil Kura-kura Purba.


Legenda
PropinsiKabupaten
Wisata Budaya

  Re-Draw Map


  


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved