ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

PROFIL DAERAH KABUPATEN KARAWANG

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 525584


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :
 

Wed, 23 Apr 2014

Potensi Wisata Budaya di Kabupaten Karawang
 

Objek wisatanya adalah:
-Site Museum Batujaya
Secara administratif Situs Batujaya terletak di dua desa dan dua kecamatan, yaitu Desa Segaran (Kecamatan Batujaya) dan Desa Telagajaya (Kecamatan Pakisjaya) Kabupaten Karawang.Site Museum Batujaya ini untuk menyimpan dan sekaligus memamerkan temuan-temuan artefaktual. Koleksi yang dipamerkan di museum ini berjumlah + 176 buah artefak berupa keramik, gerabah, fosil tulang binatang dan fosil tumbuhan, replika kepala arca manusia, dan binatang, manik-manik kaca dan tanah liat (terakota), berbagai bentuk bata. Disamping itu juga dipamerkan buku-buku yang berisi kepurbakalaan Situs Batujaya.

-Situs Batujaya
Di kawasan situs Batujaya terdapat peninggalan dari masa klasik. Kawasan Batujaya mencakup wilayah yang cukup luas yaitu sekitar 5 km2, terbentang pada koordinat 0602 52,10 - 0603 34,17 Lintang Selatan dan 10709 01,00 - 10709 05,91 Bujur Timur

-Situs Cibuaya
Situs Cibuaya secara administratif termasuk di wilayah Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya. Geografis kawasan ini merupakan pedataran rendah dengan ketinggian 2-3 m. Lokasi berada di daerah Tanjung Karawang berjarak sekitar 6 km dari pantai. Sebagaimana di Batujaya, dikawasan ini banyak terdapat tinggalan arkeologik dari masa klasik.

-Makam Syekh Quro
Karawang pada masa Islam juga merupakan kawasan penting. Pelabuhan Caravam yang sudah eksis sejak masa Kerajaan Sunda tampaknya terus berperan hingga masa Islam. Salah satu situs arkeologi dari masa Islam di Karawang adalah makam Syech Quro. Menurut tulisan yang tertera pada panil di depan komplek makam, Nama lengkap Syech Quro adalah Syech Qurotul Ain. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, Syech Quro adalah seorang ulama yang juga bernama Syeh Hasanudin. Beliau adalah putra ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang bernama Syech Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syech Jamaluddin serta Syech Jalaluddin ulama besar Mekah.

-Makam Syech Bentong
Selain Syech Quro di Karawang dikenal juga tokoh yang bernama Syech Bentong. Syech Bentong disebut pula dengan nama Panembahan Pulomasigit atau Syech Darugem. Menurut tradisi lisan masyarakat, Syech Bentong adalah murid Syech Quro yang paling dekat yang kemudian dijadikan anak angkat. Beliaulah yang mendampingi Syech Quro dalam melakukan ujlah di Kampung Pulobata, Pulokalapa. Setelah Syech Quro wafat mungkin beliau melanjutkan islamisasi di sekitar Pulokalapa hingga akhir hayat. Sehingga beliau dimakamkan di Kampung Pulobata, Pulokalapa.

-Vihara sian Djin Kupoh
Vihara sebagai tempat ibadah masyarakat Tionghoa yang pertama kali didirikan di Karawang adalah Vihara Sian Djin Kupoh. Vihara ini terletak di Kampung Benteng, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, tepatnya pada posisi 06 16' 556" Lintang Selatan dan 107 16' 032" Bujur Timur. Kondisi geomorfologis berupa pedataran rendah tepi sungai.

-Bendungan Walahar
Bendungan Walahar dahulu bernama Parisdo. Bendungan ini secara administratif sekarang berada di wilayah Kampung Kutapuhaci, Kelurahan Walahar, Kecamatan Ciampel. Bendungan yang membendung Citarum pada koordinat 06 22' 973" Lintang Selatan dan 107 21' 660" Bujur Timur ini membentuk waduk seluas 15 hektar pada kawasan dataran rendah pantai utara. Sebagai sarana rekreasi bendung Walahar ditunjang pula dengan deretan rumah makan khas Walahar yang menyajikan pepes ayam dan pepes ikan jambal.

-Rumah Pengasingan Bung Karno-Hatta
umah tinggal keluarga Djiau Kie Song berada di Kampung Bojong Tugu, Kelurahan Rengasdengklok, Kecamatan Rengasdengklok. Rumah tinggal ini menyimpan sejarah peristiwa menjelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Rumah tinggal yang berada pada kawasan pedataran rendah pantai utara ini berada pada posisi 06o 09' 377" Lintang Selatan dan 107o 17' 415" Bujur Timur.

-Tugu Kebulatan Proklamasi
Peristiwa Rengasdengklok selain dapat dihayati melalui rumah persinggahan Bung Karno dan Bung Hatta juga lebih dapat dimaknai melalui monumen Tugu Kebulatan Tekad. Monumen ini dibangun di atas tanah seluas 1500 m2, yang merupakan bekas lokasi markas PETA di Kampung Bojong Tugu, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok.

-Monumen Rawa Gede
Monumen ini berada di pinggir jalan sebelah utara, Dusun Rawagede, Desa Rawagede, Kecamatan Rawamerta, tepatnya pada koordinat 06 14' 283" Lintang Selatan dan 107 19' 599" Bujur Timur. Komplek monumen berpagar tembok. Lingkungan di sekitar monumen berupa perkampungan dan persawahan.

-Situs Cikubang
Situs Cikubang adalah Makam Mbah Rubiah, beliau berasal dari Demak pada Abad ke 18 menyebarkan Agama Islam di Dearah Karawang. Mbah Rubiah banyak menulis Naskah dalam Hurf Arab, sampai saat ini Naskah Kuno berhuruf Arab tersebut masih terpelihara. Pada malam - malam tertentu banyak Pe Ziarah yang datang untuk ber Do'a dan Tawasulan ditempat ini. Lokasi Situs Cikubang terletak di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek 18 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

-Makam Ki Bagus Jabin
Ki Bagus Jabin adalah Raden Krama Wangsa, putra Demang Surapersada Bin Ki Bagus Urang atau Raden Surajatikusni, Putra Sinuhun Kasepuhan Cirebon.

-Makam Nyi Mas Rara Santang
Nyi Mas Rara Santang atau Nyi Mas Ratu Gamparan, adalah Putri Raja Pajajaran yang bernama Raden Pamanah Rasa bergelar Prabu Siliwangi dari Permainsuri yang bernama Nyi Subanglarang, beliau adalah murid pertama Pesantren Syech Quro. Nyi Mas Rara Santang meninggalkan Kerajaan Pajajaran, menyusul Kakaknya Raden Walang Sungsang yang sedang mencari Syariat Agama Islam. Lokasi Makam Nyi Mas Rara Santan terletak di Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta 30 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

-Makam Mantan Bupati Karawang
Di Desa Manggung Jaya Komplek Pemakaman para mantan Bupati berada, di komplek Makam ini semula hanya Bupati Pertama yaitu Raden Singaperbangsa, demi memudahkan penyelenggaraan Upacara yang berkaitan dengan berdirinya Kabupaten Karawang, maka Makam Para Bupati Tempo Dulu dipindahkan ke Komplek Pemakaman ini. Lokasi Komplek Pemakaman para Mantan Bupati terletak di : Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya 40 km dari Ibu Kota Kabupaten Karawang.

-Situs Candi Balandongan
Situs Candi Blandongan adalah Candi dengan struktur pasangan batu bata, pada Candi ini juga ditemukan lantai Cor Beton menurut analisa adalah campuran batu koral, kapur kulit kerang dan pasir atras, Candi ini berukuran 24,6 m x 24,6 m dengan ketinggian 4,9 m dari permukaan sawah, di Candi ini juga ditemukan meterai - materai dalam keadaan utuh sebanyak 10 buah dan sejumlah pecahan. Lokasi Situs Candi Blandongan terletak di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya 45 km dari Ibu Kota, Kabupaten Karawang.

-Situs Kuta Tandingan
Situs Kuta Tandingan diperkirakan merupakan meninggalan Kerajaan kecil dalam Kekuasaan Kerajaan Pajajaran, yang bernama Kerajaan Kuta Tandingan Jaya yang diperintah oleh Patih Panatayuda, dibantu oleh Patih Purnakuta dan Patih Mangkubumi dengan penasehat Pamanah Rasa dan Jaksa Imbang Kencana.

-Bajidor
-Topeng Banjet
-Upacara Nadran
-Bajing Kiring
-Kliningan
-Ajeng Karawang


Legenda
PropinsiKabupaten
Wisata Budaya

  Re-Draw Map


  


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved