ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

DAERAH INVESTASI

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :

Wed, 1 Oct 2014


 

INVESTASI BARU: 40 Pengusaha Jepang Jajaki Jabar

2012-03-04

bisnis.com

Minggu, 04 Maret 2012 | 17:23 WIB

 

BANDUNG: Sebanyak 40 pengusaha asal Jepang menjajaki peluang investasi di Jawa Barat dinilai memiliki kawasan industri yang mumpuni.

 

Ketua Yayasan Komatsu Bandung (fasilitator calon investor Jepang) Kohar Atmasuganda mengatakan rombongan pengusaha Jepang yang sudah berkunjung ke Jawa Barat itu mayoritas bergerak di skala kecil-menengah.

 

Menurut dia, pengusaha Jepang yang berminat investasi di Jabar memang cukup besar. Kondisi tersebut terlihat pada banyaknya jumlah investor Jepang yang datang ke Jabar setiap minggunya.

 

“Dalam satu minggu, ada sekitar 5-10 calon investor Jepang yang kita fasilitasi untuk menjajaki investasi di Jabar. Belum lagi, calon investor yang datang dalam kelompok besar antara 20-80 orang,” katanya kepada wartawan seusai kunjungan himpunan pengusaha Jepang Win Wings Okayama Bandung, Sabtu 3 Maret 2012.

 

Dia mengatakan peningkatan calon investor ke Jabar tersebut, berkaitan dengan terjadinya bencana tsunami Maret 2011. Sejak saat itu banyak pengusaha Jepang yang khawatir dan berniat untuk memindahkan usahanya ke daerah lain. Jabar dinilai sebagai salah satu tempat yang iklim usahanya kondusif.

 

Komar mengatakan saat ini sudah ada 20 investor sudah serius berinvestasi di Jabar. Sebagian ada yang sudah membuka pabrik. Sebagian lagi ada yang sedang mengurus perizinan usaha dan pembebasan lahan.

 

Terkait masalah tanah, lanjutnya, investor Jepang memang seringkali kesulitan mendapat lahan. Selain harganya terus naik, masalah ketersediaan infrastruktur usaha yang dibutuhkan menjadi pertimbangan utama mereka. Karena itu, pihaknya hanya bisa mengarahkan calon investor Jepang ke berbagai kawasan industri di Jabar.

 

“Akses dan fasilitas infrastruktur di kawasan industri sudah layak sehingga kami arahkan mereka berinvestasi di sana,” katanya.

 

Sementara itu,  Kepala rombongan pengusaha Jepang, Sumiko Tanaka mengatakan, sebagaian besar pengusaha yang dibawanya merupakan produsen berbagai produk-produk logam, yang tergabung dalam Win Wing Okayama (kumpulan pengusaha di bidang pembuatan pesawat terbang di distrik Okoyama).

 

"Investor Jepang tertarik menanamkan modalnya di Jabar karena perizinannya tidak sulit, dan iklim investasinya juga cukup baik. Saya sendiri datang ke sini membawa mesin-mesin baru yang kami punya, misalnya CnC (mesin pembuat barang-barang logam yang berbasis teknologi komputer) yang palng baru di Jepang,” katanya.

 

Keuntungan IKM lokal

Tingginya minat investor Jepang yang bergerak di bidang industri logam tersebut akan memberi nilai tambah untuk perkembangan IKM di Jabar.

 

Ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo)  Jabar  Deddy Widjaya keuntungannya para pelaku IKM dapat mengembangkan diri,  lewat kerjasama dan alih teknologi dengan pengusaha Jepang.

 

“Minat para investor Jepang tersebut, tentunya harus disambut gembira oleh pemerintah. Paling tidak akan turut mengurangi angka pengangguran di Jabar. Sehingga sewajarnya ada upaya-upaya untuk lebih mempermudah perijinan,” katanya.

 

Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar Agus Gustiarmembenarkan adanya peningkatan jumlah investor Jepang di Jabar.

 

Jepang menduduki peringkat pertama dalam jumlah maupun proyek penanaman modal asing (PMA) di Jabar pada 2011. Negara itu telah menggeser posisi Korea Selatan yang selama beberapa tahun mendapat peringkat pertama.

 

Realisasi investasi Jabar sendiri pada tahun lalu tercatat sebesar Rp48,751 trlliun, atau melampaui dari target Rp39,475 triliun. (k29/k23/Bsi) 



ARSIP BERITA
 


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved