ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

Peluang Investasi

 

DAERAH INVESTASI

 
 
 
LINK TERKAIT

     

 
KONTAK

      Direktorat Pengembangan Potensi Daerah BKPM
      Jl. Gatot Subroto 44
      Jakarta Selatan
      DKI Jakarta
      Indonesia, 12190
      Tel: +62 21 5255284


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :

Fri, 22 May 2015

FEED NEWS    BERITA TERBARU
 

Kemendag Siapkan Strategi Untuk Seimbangkan Neraca Perdagangan Dengan Tiongkok 

(Berita Daerah – Nasional) Kementerian Perdagangan menyatakan telah menyusun strategi dan langkah-langkah untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok. Langkah cepat ini dilakukan untuk menindaklanjuti kesepakatan kedua negara yang dicapai pada saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke negara Tirai Bambu itu pada pekan lalu.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di kantor Kemenda, Kamis (1/4) mengatakan jika pihaknya  telah menyusun langkah strategis untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia dengan Tiongkok, serta memfokuskan produk-produk ekspor Indonesia yang akan ditingkatkan ke Tiongkok sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Presiden kedua negara.

Kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok masih menunjukkan defisit bagi Indonesia, dan Presiden Joko Widodo juga telah menyampaikan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinoing mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi defisit perdagangan tersebut.

Beberapa langkah yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo untuk mengurangi defisit perdagangan tersebut antara lain melalui pengurangan tarif dan penghapusan hambatan nontarif bagi produk unggulan Indonesia, memperkuat kerja sama mutual recognition agreement (MRA), serta memfasilitasi penggunaan mata uang lokal masing-masing negara.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Xi Jinping juga menyatakan persetujuannya untuk melakukan langkah-langkah demi menyeimbangkan defisit neraca perdagangan bagi Indonesia. Pemerintah Tiongkok sebagai pihak yang menikmati surplus perdagangan akan membantu meningkatkan keseimbangan neraca perdagangan dengan membuka akses pasar Indonesia yang lebih luas dan membantu mempromosikan produk ekspor Indonesia di pasar Tiongkok.

Kementerian Perdagangan berencana untuk membuka kantor Indonesia Trade and Promotion Centre (ITPC) di Shanghai serta House of Indonesia di beberapa kota di Tiongkok sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke pasar Tiongkok.

Selain itu dalam 5 tahun kedepan Kementerian Perdagangan akan memfokuskan pengembangan produk ekspor potensial Indonesia ke pasar Tiongkok, seperti produk batu bara, produk kimia, crude palm oil (CPO) dan turunannya, produk kayu kertas dan furnitur, serta tekstil dan produk tekstil (TPT).

Neraca perdagangan Indonesia terhadap Tiongkok mengalami defisit selama periode 2010-2014 dengan tren pertumbuhan negatif sebesar 32,57 persen. Pada tahun 2014 lalu nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 48,2 miliar dengan defisit neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar USD 13 miliar.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Tiongkok adalah batu bara, minyak kelapa sawit, chemical wood pulp dan karet alam. Sedangkan komoditas impor Indonesia dari Tiongkok adalah peralatan elektronik, pemrosesan data otomatis, produk besi dan baja, serta alat percetakan.

Sementara itu dilihat dari sisi investasi, pada tahun 2014 lalu tercatat realisasi investasi Tiongkok di Indonesia mencapai 654 proyek dengan nilai investasi mencapai USD 800 juta. Realisasi tersebut meningkat signifikan dari realisasi investasi pada tahun 2013 yang berjumlah 411 proyek dengan nilai total sebesar USD 296,9 juta.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD-Kemendag
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

 

Mencari Investor Yang Tepat Bagi Daerah 

Banyaknya peluang investasi yang ditawarkan setiap daerah  mampu meningkatnya arus investor asing dan lokal masuk menanamkan modalnya di Indonesia. Tren positif dari peningkatan investasi yang masuk perlu diperhatikan oleh setiap daerah, apakah itu adalah mitra yang tepat bagi daerah tersebut ? Apakah dapat terjalin kerjasama yang win-win solution (saling menguntungkan) ?

Kerap kali yang terjadi investor yang masuk kemudian hanya memberikan janji saja, ada juga investor yang mendapatkan keuntungan yang besar tapi memberikan kontribusi yang kecil bagi daerah. Atau hal yang lain seperti nilai investasi yang masuk tidak sebanding dengan dampak kerusakaan yang dialami. Pemilihan investor yang tepat adalah hal yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam memilih mitra pembangunan.

Seorang peserta training penanaman modal dari salah satu kabupaten di Indonesia bertanya kepada saya bahwa banyak izin penanaman modal yang dikeluarkan tapi tidak berjalan kegiatannya dan banyak investor yang mangkrak atau ingkar janji padahal sudah melakukan MOU. Peserta training tersebut menambahkan dalam ceritanya bahwa ada kerjasama pemerintah daerah dengan pihak Investor tidak berjalan dengan baik, investor tersebut tidak serius melakukan penanaman modal didaerahnya. Akhirnya pembangunan yang diharapkan gagal dan tidak mencapai target.

Beberapa daerah di Indonesia yang memiliki masalah yang sama seperti investor yang sudah diterima menjadi mitra mengalami kendala karena keuangannya sangat terbatas. Masalah ini terjadi karena pemerintah daerah salah memilih mitra bagi pembangunan daerah. Investor yang menjadi mitra pemerintah daerah tersebut terpilih karena tidak melakukan cek dan analisa. Atau kesalahan tersebut terjadi pada tahapan seleksi dan penetapan investor tanpa melakukan prosedur yang benar.

Permasalahan tersebut sesungguhnya dapat diatasi oleh setiap daerah, jika daerah dapat menerapkan langkah berikut dalam memilih investor yang tepat :
1. Latar Belakang
Mengenali calon investor yang menjadi mitra bagi pemerintah daerah merupakan hal yang penting. Dimulai dari melihat profil perusahaan, latar belakang, pengalaman proyek bidang yang sama ditangani, kejelasan kantor dan bisa juga dilakukan chek fisik ke kantor bersangkutan untuk melihat secara jelas aktivitasnya.

2. Keuangan
Kemampuan Keuangan yang baik adalah mutlak dan penting bagi investor. Bicara penanaman modal pastinya investor memiliki sumber keuangan yang jelas dan umumnya mendapatkan kepercayaan kredit dari bank lokal maupun bank asing. Jika ini dimiliki oleh investor, maka hal tersebut adalah salah satu syarat menjadi mitra bagi daerah.

3. Reputasi
Investor yang tepat pastinya memiliki reputasi yang baik, seperti pernah menjalin kerjasama dengan suatu daerah puluhan tahun dan tidak terjadi permasalahan. Mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah lain bahwa investor tersebut memiliki reputasi yang baik. Pengalaman investor mendapatkan pengakuan dari badan atau perusahaan di dalam negeri maupun luar negeri, pastinya ini bisa menjadi pertimbangan. Bisa juga kita melihat dan melakukan chek kepada BKPM Pusat apakah investor tersebut ada dalam negative list investor.

4. Kedekatan secara terbuka
Kedekatan antara investor dan pemerintah daerah secara terbuka menjadi faktor kunci dalam berinvestasi di daerah. Masing-masing dapat mengenal serta memiliki satu tujuan yang saling menguntungkan. Tidak ada praktek korupsi atau pemerasaan kepada pihak investor. Pemerintah daerah bukan melihat investor sebagai objek pemerasan sedangkan investor dapat melakukan kegiatannya secara profesional dan bertanggung jawab kepada pemerintah daerah. Sehingga timbul kedekatan dan kepercayaan masing-masing.

Pemerintah daerah dapat melakukan antisipasi dan pencegahan dari hal-hal  yang merugikan terkait memilih investor yang tepat bagi daerah, seperti ada peribahasa yang populer sejak dahulu yaitu jangan membeli kucing dalam karung. Yang dapat diartikan bahwa kita jangan gegabah memilih investor yang menjadi partner investasi daerah kita. Kita harus kenali, dan teliti agar tidak salah memilih investor yang menjadi mitra pembangunan daerah.

Dengan panduan dan langkah diatas saya harapkan bahwa daerah mendapatkan investor yang tepat dan dapat bersinergi dalam membangun daerah bersama-sama mitra. Semoga.

handi

Penulis Fu Handi adalah Executive Director Lepmida (Lembaga Pengembangan Manajemen dan Investasi Daerah)

Patroli Prajurit Pengintai Amfibi di Laut Poso 

(Berita Daerah – Poso) Satu regu prajurit Pengintai Amfibi (Taifib) TNI AL berpatroli disekiatr laut Poso, di Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4). Patroli dalam rangka latihan gabungan pertempuran yang melibatkan sebanyak 3200 prajurit dari 3 matra TNI yakni AD, AU dan AL di sekitar pegunungan biru Tamanjeka yang menjadi basis persembunyian kelompok sipil bersenjata yang selama ini meresahkan Poso dan sekitarnya.

(ea/EA/bd-ant)

PLN : Lelang LNG Untuk Mempercepat Proyek Pembangkit 35.000 MW 

(Berita Daerah – Nasional) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan jika proses lelang prakualifikasi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dilakukan guna mempercepat implementasi proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW.

Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN, Amin Subekti di sela acara “Market Consultation Procurement of Gas Supply (LNG)” di Kantor PLN Jakarta, Rabu (1/4) mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melelang pembangkit listriknya saja, namun juga pasokan gasnya.

Amin menjelaskan jika pihaknya melelang pembangkit listriknya secara terpisah dan saat ini hanya untuk pasokannya saja. Hal ini terkait dengan target yang dibebankan pemerintah kepada PLN agar bisa mencapai target dalam proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Untuk itu PLN melelang pembangkit listrik tenaga gasnya, sekaligus melelang sumber energi pembangkitnya.

Dalam kesempatan tersebut Amin menambahkan pada tahapan prakualifikasi pengadaan gas dilakukan secara keseluruhan, sedangkan untuk pembangkit listriknya dilakukan satu per satu. Selain itu yang dilelang tidak hanya pasokan gas saja, tetapi juga transportasi, infrasruktur dan fasilitas regarasifikasinya.

Amin berpendapat bahwa pihaknya sudah mengumumkan kajian tentang proses prakualifikasi lelang pengadaan gas beberapa waktu yang lalu dan dilanjutkan dengan sesi konsultasi yang digelar di Kantor PLN, Jakarta, Rabu (1/4) kemarin. PLN akan menyusun dokumen selama sebulan atau setengah bulan, untuk kemudian diberikan waktu satu bulan untuk mengajukan proposal sehingga prosesnya selama empat bulan dari sekarang proses lelang akan selesai.

Pada akhirnya nanti para pemenang lelang akan membentuk konsorsium perusahaan yang masing-masing punya kapabilitas untuk pengadaan gas secara domestik maupun impor, penampungan, penyimpanan, transportasi serta regasifikasi di masing-masing pembangkit listrik tenaga gas.

Peserta lelang LNG tersebut adalah perusahaan atau konsorsium nasional dan internasional dengan kualifikasi di bidang pasokan, transportasi dan infrastruktur LNG seperti hub, penyimpanan dan regasifikasi. LNG tersebut nantinya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan 32 unit pembangkit gas skala kecil yang akan dibangun di luar Pulau Jawa. Total kapasitas pembangkit skala kecil tersebut sebesar 2.800 MW.

Dalam proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW, PLN diberi tugas untuk membangun sebesar 10.000 MW untuk ekspansi dan sekitar 4.000 MW untuk proyek yang sedang berjalan pada saat ini. Untuk proyek pembangunan tersebut diperkirakan akan membutuhkan dana hingga Rp608,5 triliun dengan membangun gardu induk di 996 lokasi dan transmisi sepanjang 47 ribu kilometer.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

Latihan Online Persiapan Ujian Nasional 2015 

(Berita Daerah – Solo) Sejumlah siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal latihan Ujian Nasional (Unas) 2015 secara online di aula sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4). Kegiatan tersebut sebagai persiapan dalam menghadapi Ujian Nasional 2015 dengan teknis baru berbasis online yang akan diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nama Computer Based Test (CBT).

(ea/EA/bd-ant)


 
Kunjungi Korsel Kepala BKPM Terima Komitmen Investasi US$ 9,7 Miliar (2015-05-12)

Jakarta, 8 Mei 2015---Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus bergerak untuk mendorong masuknya investasi ke Indonesia. Kali ini, Kepala BKPM Franky Sibarani melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan untuk menjaring minat investasi dari investor negara tersebut. Dalam pertemuan dengan investor Korea Selatan di Seoul, kemarin (7/5), Kepala BKPM Franky Sibarani menerima komitmen investasi senilai US$ 9,7 Miliar.

Selengkapnya
 
BKPM Siap Sambut Masuknya Investor Malaysia (2015-04-10)

Jakarta, 10 April 2015 - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan pihaknya siap menyambut masuknya investor Malaysia untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Franky menanggapi pernyataan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyidin Yasin bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi pengusaha Malaysia untuk meningkatkan investasi di Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam dialog dengan Pengurus Kadin di Jakarta Rabu kemarin (8/4/2015).

Selengkapnya
 
Pelemahan Rupiah Belum Pengaruhi Minat Investasi (2015-03-16)

Jakarta, 14 Maret 2015 —Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan kecenderungan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS belum mempengaruhi minat investasi ke Indonesia.

Selengkapnya
 
Izin Investasi Listrik Dipangkas Jadi 8 Bulan (2015-03-11)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus mengupayakan penyederhanaan proses perizinan investasi, khususnya di sektor kelistrikan dari 3 tahun menjadi 8 bulan.

Selengkapnya
 
BKPM Gaet Minat Investasi Baru US$ 30 Juta dalam CEO Summit (2015-02-12)

Jakarta, 12 Februari 2015 --- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggaet minat investasi baru dari Korea Selatan sebesar US$ 30 Juta dari gelaran CEO Summit yang diselenggarakan 11-12 Februari 2015. Investasi tersebut berasal dari 4 (empat) perusahaan yang bergerak di bidang industri petrokimia, industri makanan, tekstil dan jasa wisata (public aquarium). Koordinator Marketing Officer Investasi BKPM untuk wilayah Korea dan Jepang, Husen Maulana, menyatakan keempat perusahaan tersebut menyatakan keseriusan berinvestasi di Indonesia dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 650 orang.

Selengkapnya
 


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved